JAKARTA – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menggelar rapat koordinasi teknis (Rakortek) BRIDA/BAPPERIDA 2024 pada Rabu, (7/8/2024) di Jakarta. Rapat ini ditujukan sebagai upaya pembinaan dan penguatan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) atau Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA).
Menurut Kepala BRIN Laksana Tri Handoko, BRIDA/BAPPERIDA yang sudah ada di 135 kota/kabupaten di 18 provinsi di Indonesia, bukanlah lembaga penelitian dan pengembangan (litbang), melainkan memiliiki esensi sebagai fasilitator dan koordinator bagi kebijakan pembangunan daerah.
“Esensi BRIDA sesuai filosofi pembentukan sejak awal memang tidak ditunjukan menjadi lembaga litbang, tetapi menjadi fasilitator menjadi koordinastor untuk menyusun kebijakan pembangunan di daerah yang basisnya itu sains dan data,” kata Laksana usai membuka Rakortek BRIDA/BAPPERIDA 2024, Rabu.
Selain itu, BRIDA/BAPPERIDA juga berfungsi sebagai penyedia solusi bagi permasalahan dan problem yang dialami di daerah. Ini dilakukan dengan berkoordinasi dengan komunitas riset dan iptek di daerah, termasuk kampus dan industri,
“BRIDA harus mampu mengkoordinasikan memfasilitasi komunitas riset, inovasi, iptek baik dari kampus industri di daerahnya untuk bersama-sama memecahkan problem di daerahnya,” tambahnya.
Laksana mengungkapkan bahwa sejauh ini BRIN merasa BRIDA/BAPPERIDA sudah menjalankan perannya dengan sangat memuaskan, terutama mengingat banyak BRIDA/BAPPERIDA di daerah efektif baru berjalan selama sekira satu tahun.
“Menurut kami di BRIN sudah sangat bagus, ini kan praktis mereka baru satu tahun, jadi banyak yang sudah bisa tune in,” ujarnya.