JAKARTA - Meski motor saat kini sudah dilengkapi injeksi sehingga tak perlu memanaskan mesin sebelum digunakan, tapi masih ada saja pengendara yang melakukannya.
Masih ada pengendara yang memanaskan mesin sebelum berkendara. Memanaskan mesin bertujuan supaya oli bisa bekerja melumasi semua komponen yang ada di dalam mesin.
Saat memanaskan motor, tidak boleh dilakukan di dalam rumah maupun ruangan. Itu karena ada beberapa hal yang perlu diperhatikan selama memanaskan sepeda motor. Salah satunya terkait tempat memanaskannya.
Jadi, tempat seperti apa sebaiknya ketika memanaskan motor? Berikut ulasannya, sebagaimana melansir laman Wahan Honda, Rabu (29/5/2024) :
1. Jangan Dekat Tembok
Usahakan pilih tempat lapang. Jangan terlalu dekat dengan dinding atau tembok. Karena pada saat pemanasan, otomatis lampu utama akan menyala jika mesin dihidupkan.
Bila posisi motor terlalu dekat tembok, tingkat panasnya akan memantul ke reflektor lampu itu sendiri.
2. Mika Bikin Meleleh
Jika motor dipanaskan dalam ruangan, pantulan cahaya pada dinding tembok juga dapat merusak atau membuat bagian mika pada lampu depan meleleh akibat terlalu panas.
Hal lain akibat reflektor meleleh menyebabkan bohlam lampu motor putus. Sebaiknya memanaskan motor juga jangan terlalu lama. Cukup sekitar 3 sampai 5 menit.
3. Gas Berbahaya Mengintai
Memanaskan motor sebaiknya dilakukan di luar ruangan. Sebab, gas buang kendaraan mengandung berbagai kandungan berbahaya bila terhirup dan masuk ke tubuh. Seperti gas karbon monoksida (CO), karbondioksida (CO2), dan timbal.
Panas yang dihasilkan tidak terbuang ke udara, malah akan mengumpul di dalam ruangan tersebut. Ini jelas berbahaya bila terhirup manusia, apalagi oleh anak-anak.
Itulah alasan mengapa, motor jangan dipanaskan, terlebih bila dilakukan di dalam rumah atau ruangan. Nah, untuk menjaga kondisi motor tetap prima, selalu lakukan pemeriksaan dan perawatan rutin di bengkel.
(Erha Aprili Ramadhoni)