Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pilpres Bikin Peluncuran Mobil Baru Awal 2024 Tertunda

Wahyu Sibarani , Jurnalis-Sabtu, 25 November 2023 |16:44 WIB
Pilpres Bikin Peluncuran Mobil Baru Awal 2024 Tertunda
Ilustrasi mobil. (Doc. Freepik)
A
A
A

  

JAKARTA - Pemilihan presiden yang akan berlangsung di awal tahun depan ternyata cukup berpengaruh pada industri otomotif Indonesia.

Setidaknya merek-merek mobil di Indonesia perlu menahan diri untuk tidak meluncurkan mobil-mobil baru saat memulai 2024.

Kondisi itu cukup kontras karena sebelumnya banyak pabrikan mobil di Indonesia memanfaatkan momen awal tahun baru dengan menghadirkan mobil-mobil anyar.

 BACA JUGA:

Sayangnya penyelengggaraan pemilihan presiden membuat hal itu tidak bisa dilakukan.

Hal itu diungkap oleh Ismail Ashlan, General manager Marketing & Public Relation Subaru Indonesia, dia mengatakan adanya pemilihan presiden membuat kegiatan yang mengundang keramaian tidak boleh dilakukan.

"Jadi awal tahun kita sama sekali tidak ada rencana untuk menghadirkan mobil baru," ujarnya.

Alhasil menurut Ismail Ashlan di 2024, Subaru Indonesia lebih berupaya memaksimalkan lini produk yang sudah ada. Beberapa mobil tersebut menurut dia bisa dikatakan masih baru. Seperti Subaru Crosstrek dan Subaru WRX.

"Mungkin kita baru punya rencana menghadirkan mobil baru di akhir 2024," jelasnya, belum lama ini.

 BACA JUGA:

Pengaruh pilpres juga diamini oleh Yusak Billy, Sales & Marketing and After Sales Director PT Honda Prospect Motor (HPM). Dia mengakui bahwa tahun politik bisa memengaruhi penjualan mobil.

"Biasanya kalau kami lihat histori lima tahun lalu, itu iya (pengaruhi penjualan). Makanya itu yang perlu kami monitor terus perkembangannya," ujar Billy.

Menurutnya, pihaknya harus menyiapkan langkah antisipasi untuk menghindari dampak signifikan terhadap penjualan mobil di tahun politik 2024. Salah satunya adalah dengan menyesuaikan ketersediaan unit bagi konsumen.

"Jangan sampai salah analisanya, kemudian kekurangan kendaraan, konsumen lagi perlu, itu kan masalah. Kemudian kami kebanyakan stok juga jadi masalah, makanya kami pelajari benar-benar, sangat ketat kami monitor perkembangan pasar itu sendiri, day by day," ucap dia.

(Imantoko Kurniadi)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement