Kamera

Ponsel ini punya tiga kamera belakang yang terdiri dari lensa utama 50MP, yang diperkuat oleh Optical Image Stabilization (OIS) untuk foto dan video yang lebih stabil, lensa ultra-wide 8MP, dan lensa macro 2MP.
Kami lantas menjajal kemampuan kameranya. Untuk mode potret pengguna bisa mengatur efek bokeh dengan cukup baik dari seri sebelumnya. Namun kami juga sesekali merasa jika AI-nya cukup lebay untuk menghaluskan efek bokeh yang diambil.
Hadirnya OIS juga terbukti ampuh saat meningkatkan kejernihan foto. Terutama saat mengambil foto dengan zoom 2x. Untuk memotret dalam kondisi dalam ruangan minim cahaya pun hasilnya masih contentable banget.

Di sisi lain, ponsel ini sudah mendukung perekaman video 4K di 30 FPS. Adanya OIS juga membuat video yang dihasilkan minim 'goyangan'. Kami pun mencoba mengambil video sambil berjalan dan memastikan fitur ini cukup membantu, khususnya bagi pengguna yang doyan bikin konten di media sosial.
Sementara untuk kamera dengan ada lensa 13MP. Nah, sekali lagi, meski tidak terlalu istimewa, namun kamera ini cukup oke untuk merekam foto selfie atau video dengan jernih dalam berbagai kondisi pencahayaan. Ada juga fitur AI Image Enhancer untuk meningkatkan kualitas foto dan Object Eraser untuk menghapus bayangan, pantulan, atau objek yang mengganggu langsung dalam ponselnya.
Kesimpulan

Secara keseluruhan kami merasa pembaruan yang ditawarkan Galaxy M34 5G bisa dibilang cukup sepadan dengan harga yang ditawarkan. Terlebih seri M memang dikenal dengan baterainya yang cukup besar.
Catatan jelas ada diberapa elemen minor semata, seperti body yang 'mewah' tapi bikin repot untuk dibersihkan, hingga dijual tanpa adanya adaptor.
Tapi sekali lagi, dengan harga Rp4 juta, Galaxy M34 5G mampu memenuhi kebutuhan konsumen di sektor mid-range. Terlebih Samsung juga memberikan upgrade OS sampai empat generasi dan security update selama 5 tahun. Termasuk , proteksi berlapis dari Samsung Knox.
Jadi bagaimana? Anda tertarik untuk meminangnya?
(Saliki Dwi Saputra )