"Masalah tegangan, colokan enggak semua sama, tidak bisa lakukan pengecasan beda brand, ini jadi masalah," ujarnya lebih lanjut.
"Jangan salah lho, Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) colokanya beda-beda, kita tidak bisa memaksakan BYD misal harus gunakan colokan ini, mereka kan tidak cuma dijual di Indonesia. Lalu Tesla datang, bawa colokannya sendiri dan klaim miliknya paling aman, ini butuh duduk bersama," katanya.
Lebih lanjut Agus juga menyebut masalah tegangan dan ukuran juga jadi sorotan.
"Sekarang harus dipecahkan sama-sama masalah tegangan, ada yang 72 volt, ada yang 60 volt ada 48 volt, ukuran baterai untuk motor listrik juga harus ditentukan," tandasnya.
(Imantoko Kurniadi)