Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Inggris Gelontorkan Investasi Rp1 Triliun Lebih Bangun Fasilitas Pabrik Mini, Ini Alasannya

Wahyu Sibarani , Jurnalis-Selasa, 12 September 2023 |20:22 WIB
Inggris Gelontorkan Investasi Rp1 Triliun Lebih Bangun Fasilitas Pabrik Mini, Ini Alasannya
Inggris bangun fasilitas produksi mini. (Doc. Carbuzz)
A
A
A

JAKARTA - Inggris berupaya mempertahankan pabrik mobil Mini di Oxford, agar tidak seluruhnya pindah ke China. Sekaligus mengamankan nasib ribuan karyawan Mini di Inggris.

Saat ini BMW Group, induk perusahaan Mini, diketahui mendirikan fasilitas produksi mobil asal Inggris itu di beberapa tempat yakni Oxford, Inggris dan Zhangjiagang, China.

Pabrik di China itu merupakan hasil kerja sama BMW Group dan Great Wall.

Berbeda dengan pabrik di Oxford, Inggris, mobil-mobil Mini yang diproduksi di Zhangjiagang kebanyakan adalah varian Clubman dan Countryman.

Berbeda dengan pabrik di Oxford yang fokus di model orisinal Mini Cooper tiga pintu dan lima pintu.

Hanya saja pabrik di Zhangjiagang justru dijadikan tempat untuk memproduksi mobil listrik Mini yakni Mini E. Ke depannya BMW Group bahkan ingin fokus melakukan produksi mobil Mini di China.

Hal itu yang kemudian berupaya diantisipasi oleh pemerintah Inggris. Disebutkan Autoexpress, Selasa (12/9/2023) ini pemerintah Inggris sepakat untuk patungan dana dengan BMW Group untuk meningkatkan kapasitas produksi pabrik mobil Mini di Oxford.

"BMW Group memastikan pemerintah Inggris membantu investasi itu. Hanya saja mereka tidak menyebutkan berapa jumlah yang dikucurkan untuk menambah investasi BMW Group di pabrik Oxford," tulis Auuto Exprress.

Kemi Badenoch, Business and Trade Secretary Inggris mengatakan bahwa keterlibatan mereka dalam investasi itu justru akan membantu meningkatkan kepercayaan pada ekonomi Inggris. "Kami bangga bisa ikut mendukung investasi BMW Group," jelasnya.

Autoexpress memperkirakan jumlah yang dikuncurkan oleh pemerintah Inggris mencapai 10 persen dari total dana yang telah masuk yakni USD751 juta atau sekitar Rp11,4 triliun.

Jadinya diperkirakan sebanyak USD75 juta atau sekitar Rp1,1 triliun merupakan dana yang diambil dari pajak masyarakat Inggris.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement