Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Penjualan Mobil Listrik Bekas Meroket, Unit Baru Malah Turun

Erha Aprili Ramadhoni , Jurnalis-Minggu, 22 Maret 2026 |11:27 WIB
Penjualan Mobil Listrik Bekas Meroket, Unit Baru Malah Turun
Penjualan Mobil Listrik Bekas Meroket, Unit Baru Malah Turun (Ilustrasi/Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Penjualan mobil listrik bekas melonjak di tengah menurunnya permintaan akan mobil listrik baru. Kondisi ini terjadi di pasar Amerika Serikat (AS). 

1. Penjualan Mobil Baru Turun

Data menunjukkan penjualan mobil listrik baru mencapai hampir 69 ribu unit pada Februari 2026. Angka tersebut turun 27 persen dibandingkan tahun lalu. Total tersebut masih menandai peningkatan 5,8 persen dibandingkan Januari dan berkontribusi sekitar 5,8 persen dari semua penjualan kendaraan baru.

"Namun, ada sisi positifnya, yaitu orang-orang yang membeli EV membayar lebih murah karena harga ditekan secara menyeluruh," kata Cox Automotive, melansir Carscoops, Minggu (22/3/2026).

Harga rata-rata EV baru sekitar USD55.300 atau sekitar Rp937 juta. Harga tersebut sedikit turun dari tahun lalu dan mempersempit selisih harga dengan mobil bensin ke titik terendah sepanjang masa. Insentif berperan besar di sini, sekarang mencakup lebih dari 14 persen dari harga transaksi rata-rata.

Rata-rata, insentif naik menjadi sekitar USD7.870 (sekitar Rp133 juta) per kendaraan. Ini menjadi pertanda produsen mobil sangat bergantung pada diskon untuk menjaga minat pembeli.

2. Penjualan Mobil Bekas Naik

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement