Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Apakah Luar Angkasa Benar-Benar Tidak Terbatas, Ini Kata Para Ahli

Syifa Fauziah , Jurnalis-Kamis, 02 Februari 2023 |17:30 WIB
Apakah Luar Angkasa Benar-Benar Tidak Terbatas, Ini Kata Para Ahli
Apakah Luar Angkasa Benar-Benar Tidak Terbatas, Ini Kata Para Ahli
A
A
A

Astronom, Tanya Hill

Tanya Hill mengatakan ada batasan seberapa jauh alam semesta bisa kita lihat. Alam semesta yang dapat diamati terbatas karena tidak ada yang selamanya. Jarak alam semesta yang bisa diamati adalah 46 miliar tahun cahaya. Sementara alam semesta kita berumur 13,8 miliar tahun, alam semesta yang dapat diamati bisa mencapai lebih jauh.

Alam semesta yang dapat diamati berpusat pada kita. Alien di galaksi yang jauh mungkin akan memiliki alam semesta berbeda yang dapat diamati sendiri. Meskipun jika Alien benar-benar ada, mereka pasti bisa melihat wilayah di luar angkasa yang tidak dapat kita lihat.

Oleh karena itu, tidak mungkin untuk menyatakan apakah alam semesta itu terhingga, karena kita tidak dapat melihat semuanya. Meskipun kita tidak mengetahui dengan pasti bentuk asli luar angkasa, kita tahu bahwa bagian ruang kita adalah datar. Ini berarti dua roket yang terbang paralel akan selalu paralel. Karena ruang tidak berbentuk melengkung, maka kedua roket tidak akan pernah bertemu atau menjauh satu sama lain.

Filsuf Sains, Sam Baron

Ada satu garis penalaran yang menunjukkan bahwa ruang itu tidak terbatas, tetapi dia yakin itu salah. Bunyinya seperti ini: jika ruang terbatas, maka ia akan memiliki keunggulan. Tapi bayangkan masuk ke pesawat ruang angkasa dan terbang ke alam semesta yang jauh, tentu tidak akan bisa dibayangkan keunggulan apa yang bisa kita temui di alam semesta yang jauh. 

Luar angkasa bisa terbatas jika berbentuk torus/donat. Jika alam semesta berbentuk donat, maka ada tes ilmiah yang akan mengungkap apakah alam semesta itu terhingga atau tidak.

Bayangkan Anda mengarahkan seberkas cahaya ke permukaan reflektif yang sangat jauh. Jika permukaannya tidak rata, cahaya akan dipantulkan ke berbagai arah. Jika alam semesta adalah sebuah donat, sinar yang dipantulkan kembali akan secara bertahap melengkung mengikuti bentuk alam semesta, dan pada akhirnya akan membungkus dirinya sendiri dan berpotongan. Tentu saja ini bisa terjadi jika alam semesta berbentuk donat. Jadi, Di alam semesta yang tak terbatas makan sinar yang terpancar akan terus berlanjut selamanya.

(DRA)

(Andera Wiyakintra)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement