Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Apakah Luar Angkasa Benar-Benar Tidak Terbatas, Ini Kata Para Ahli

Syifa Fauziah , Jurnalis-Kamis, 02 Februari 2023 |17:30 WIB
Apakah Luar Angkasa Benar-Benar Tidak Terbatas, Ini Kata Para Ahli
Apakah Luar Angkasa Benar-Benar Tidak Terbatas, Ini Kata Para Ahli
A
A
A

Pernahkah Anda berpikir, apakah luar angkasa benar-benar tidak terbatas? Pertanyaan ini kerap menghinggapi pikiran beberapa orang.

Banyak juga orang yang berpikir mengenai bentuk dari luar angkasa, apakah seperti donat, datar, bola raksasa, atau seperti secarik kertas tak berujung?

Untuk mengetahui hal itu, para pakar menjawab dengan versi mereka sendiri. Berikut ulasannya seperti dilansir dari laman resmi Swinburne University of Technology.

Astronom, Anna Moore

Pengukuran yang dilakukan oleh satelit menunjukkan bahwa alam semesta memiliki geometri berbentuk datar. Di alam semesta yang datar, dua berkas cahaya yang ditembakkan berdampingan melalui ruang angkasa akan tetap sejajar selamanya, dan tidak akan pernah saling bersilangan atau menjauh. Dalam pengertian ini, kita masih bisa menganggap alam semesta berbentuk silinder atau torus/donat sebagai "datar".

Namun pengukuran saat ini tidak cukup akurat bagi kita untuk mengetahui apakah geometri datar alam semesta diwakili oleh bentuk seperti selembar kertas, silinder, torus/donat, atau bentuk lain yang memungkinkan lewatnya dua berkas cahaya secara paralel. Alam semesta tanpa batas bisa saja memiliki geometri yang benar-benar datar seperti selembar kertas.

BACA JUGA:Apakah di Luar Angkasa Benar-Benar Tidak Ada Gravitasi

Astrofisikawan, Sara Webb

Sara Webb percaya bahwa alam semesta bermula dari suatu fenomena bernama Big Bang. Dan dari apa yang sudah diamati, permulaan ini tidak terjadi di satu area mana pun. Di mana pun Anda berada di alam semesta (di galaksi ini atau di galaksi yang sangat jauh) ruang tampaknya mengembang ke segala arah, dengan Anda sebagai pusatnya.

Setelah dihitung, alam semesta berusia sekitar 13,8 miliar tahun, yang berarti berapa banyak ruang waktu yang harus "mengembang". Jadi secara logis kita bisa menganggap ruang angkasa berukuran 13,8 miliar tahun cahaya, bukan?

Namun ukuran alam semesta yang dapat diamati sebenarnya adalah 46 miliar tahun cahaya, artinya cahaya pertama yang dapat kita lihat dipancarkan, berasal dari jarak yang kini berjarak 46 miliar tahun cahaya. Hal ini disebabkan oleh sesuatu yang disebut “inflasi cepat”. Namun, tepi alam semesta yang dapat diamati bukan berarti tepi alam semesta yang sebenarnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement