Duduk di kursi baris kedua, memang spacenya sangat luas. Dengan tinggi badan 180cm kaki masih bisa sedikit selonjotan dengan nyaman. Hanya saja saat menghamtam speed dump sangat terasa.
Tapi mungkin karena itu dilakukan dalam kecepatan tinggi. Namun yang jadi nilai plusnya adalah kabin terbukti tetap kedap suara. Secara keseluruhan, lintasan mampu dilibas dengan cukup nyaman dari kursi penumpang.
Sedikit terbanting-banting masih aman karena memang mobil dipacu sangat kencang. Apabila dibawa normal untuk kebutuhan harian, Xpander Cross facelift rasanya akan sangat nyaman, sesuai dengan yang dikatakan perusahaan.
Beralih ke ruang kemudi, keunggulan Xpander Cross facelift semakin bisa dirasakan. Terlebih ketika di lintasan berputar 360 derajat. Fitur AYC bekerja dengan sangat baik untuk memenimalisir radius putaran.
Jika mobil kebanyakan akan bergerak melebar ketika di lintasan seperti ini, Mitsubishi Xpander Cross akan berbelok dengan sangat stabil sesuai dengan jalurnya. Kemampuan ini juga didukung oleh shock breaker yang digunakan.
Dimana dikatakan shock breaker ukurannya lebih besar dari Xpander Cross generasi sebelumnya. Dimensinya sama dengan yang digunakan oleh SUV Pajero Sport.
Selanjutnya berjalan ke lintasan tanjakan dan turunan. Di sini kami mencoba membuktikan kemampuan fitur break auto hold yang berfungsi untuk pengereman otomatis tanpa harus terus menerus menginjak rem.
Jadi ketika tanjakan, mobil diberhentikan kemudian direm kaki. Dengan fitur break auto hold aktif, rem hanya perlu diinjak satu kali kemudian kaki bisa dilepas. Kami mencoba selama 20 detik dan mobil tidak turun.
Fitur ini sangat berguna di lintasan menanjak dan menurun seperti puncak. Jadi meskipun kondisi lalu lintas macet, tidak perlu lagi menahan rem. Otomatis tidak banyak energi yang terbuang ketika mengemudi.
Untuk diketahui, Mitsubishi Xpander Cross dibanderol mulai dari Rp309.950.000 tipe MT dan Rp335.750.000 tipe Premium Package CVT on the road (OTR) Jakarta. Mobil tersedia empat pilihan warna dengan warna putih lebih mahal Rp1.500.000.
(Kurniawati Hasjanah)