FRANKFURT - Salah satu strategi produsen dalam memasarkan kendaraan lebih mudah, adalah membangun pusat perakitan atau pabrik di kawasan tersebut. Cara seperti ini menjadi pilihan BMW untuk dapat meningkatkan jangkauan pasar kendaraan bermotor di Rusia.
Upaya untuk membangun fasilitas pabrik di Rusia sendiri sudah diawali sejak 2018 lalu. Namun, menurut kabar yang dilansir dari laman Autonews, BMW justru menunda rencana pendirian ini akibat gagal mencapai kesepakatan dengan Pemerintah Rusia.

Pembicaraan antara pihak pemerintah dan produsen itu berjalan alot, karena beda pandangan terkait subsidi yang diberikan untuk membangun pabrik tersebut. Namun, tidak secara dijelaskan besaran insentif yang diinginkan oleh BMW dalam pembicaraan ini.
Melalui juru bicaranya kepada laman Autonews, BMW merespons dengan menyebut sedang mempertimbangkan rencana produksi global dalam jangka panjang. "Rusia masih menjadi salah satu pasar penting bagi BMW Group, termasuk adanya dukungan dari mitra produksi seperti Avtotor," ujar juru bicara tersebut.