BEIRUT - Aparat hukum Jepang dikejutkan dengan langkah nekat mantan CEO Nissan Motor, Carlos Ghosn yang melarikan diri ke Lebanon. Ghosn sedang menjalani penahanan rumah terkait kasus skandal penyalahgunaan jabatan sekaligus manipulasi finansial saat masih memimpin Nissan.
Seperti dikutip dari Reuters, rute pelarian Ghosn berawal dari Tokyo menuju Osaka. Diduga bersama sejumlah orang, Ghosn menggunakan pesawat jet pribadi menuju Beirut, Lebanon. Penerbangan tersebut diketahui sempat transit sejenak di Turki.

Ghosn melalui kuasa hukum lantas mengumumkan alasan melarikan diri dari status tahanan rumah di Jepang. Ia menyebutkan karena ketidakadilan sistem hukum negara tersebut padanya.
"Saya merasa sistem tersebut mengabaikan praduga tak bersalah, memunculkan diskriminas dan menghalangi pemenuhan hak asasi manusia," ujarnya seperti dikutip dari Japan Times.
Surat perintah penangkapan, serta pengumuman status buron, sudah disampaikan oleh Interpol ke negara terkait. Ghosn sendiri sudah menjalani proses hukum di Jepang sejak ditangkap di Bandara Narita, Tokyo pada November 2018 lalu, dan menjalani pemeriksaan intens selama empat bulan.