Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Deretan Kisah Produsen Otomotif yang Hengkang dari Indonesia

Medikantyo , Jurnalis-Selasa, 29 Oktober 2019 |12:35 WIB
Deretan Kisah Produsen Otomotif yang Hengkang dari Indonesia
Model sedan Subaru WRX STI yang sempat hadir di Indonesia, produsen asal Jepang tersebut tidak lagi bersaing di pasar otomotif Tanah Air (Foto: Okezone.com/pool)
A
A
A

Ford

Keputusan mengakhiri aktivitas penjualan mobil baru dilakukan Ford pada 2016 lalu. Ketika itu, PT Ford Motor Indonesia (FMI) sebagai agen pemegang merek (ATPM) mengaku kesulitan bersaing di kancah otomotif nasional memaksa mereka harus undur diri. Strategi yang dijalankan pun disebut oleh pihak prinsipal tidak berjalan efektif.

 Ford

RMA Indonesia kemudian mendapat kepercayaan untuk mengurus pelayanan purnajual selepas FMI hengkang dari Indonesia. Termasuk layanan perawatan rutin, penyediaan suku cadang, klaim garansi, serta melatih teknisi di jaringan diler Ford. "Meski ada keinginan konsumen pada Ford di Indonesia, belum ada keputusan resmi produsen akan kembali ke Indonesia," ujar Chris Manley, CEO RMA Group.

Subaru

Permasalahan tunggakan pajak pihak Motor Image sebagai agen pemegang merek Subaru di Indonesia, membuat penjualan kendaraannya berhenti pada 2015 lalu. Pihak Bea Cukai melakukan penyitaan terhadap aset perusahaan tersebut seperti diler di berbagai wilayah seperti Jakarta, Tangerang, Malang, Batam, Bali, dan Surabaya.

 Subaru

Penyitaan tersebut otomatis menghentikan penjualan serta pelayanan kepada pelanggan secara total. Bea Cukai sendiri sempat melelang ratusan unit mobil Subaru serta suku cadang melalui KPKNL Bekasi untuk menutup kerugian dari tunggakan pajak Subaru tersebut.

(Mufrod)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement