Keterlibatan berbagai pihak menjadi harapan Toyota untuk dapat mewujudkan elektrifikasi kendaraan secara luas di Indonesia. Direktur Marketing PT TAM, Anton Jimmi Suwandy, menyebut pihaknya menunggu inisiatif dari sektor lain serta dukungan regulasi dari pemerintah. "Perlu membuat ekosistem tersendiri hingga terkait kebutuhan bahan baku produksi baterai untuk mobil listrik di Indonesia. Saat ini masih terlalu dini untuk mewujudkan hal itu walaupun sangat mungkin dilakukan," katanya.
Pengaturan serta potensi adanya insentif dari pemerintah terhadap pengembangan elektrifikasi kendaraan dibutuhkan oleh perusahaan seperti Toyota. Hal tersebut dapat mendukung terlaksananya proyek bersama dengan ekosistem terkait dalam jangka panjang. "Kebijakan tersebut terlihat pada negara dengan kebutuhan kendaraan elektrifikasi yang tinggi seperti Tiongkok, Eropa, dan Amerika Serikat," ujar Anton menambahkan.

(Abu Sahma Pane)