Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Electrification Day: Toyota Pamer Prius, Camry Hybrid & C-HR Hybrid di GIIAS 2019

Mufrod , Jurnalis-Jum'at, 19 Juli 2019 |18:44 WIB
Electrification Day: Toyota Pamer Prius, Camry Hybrid & C-HR Hybrid di GIIAS 2019
Toyota Prius Hybrid. Foto: Medikantyo/Okezone
A
A
A

TANGERANG - Seiring dengan tema penyelenggaraan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019 yakni Future In Motion, PT Toyota Astra Motor (TAM) juga menggaungkan wacana teknologi mobilitas masa depan. Salah satunya dengan mengadakan Toyota Electrification Day pada Jumat (19/7/2019).

Kegiatan ini menjadi kesempatan untuk mengetahui pengembangan teknologi kendaraan terbaru dari Toyota, utamanya pada penggunaan energi terbarukan. Terlebih, bertepatan dengan 10 tahun kehadiran teknologi Toyota Hybrid di Indonesia. "Aktivitas ini turut menggambarkan dukungan kami kepada pemerintah yang menggulirkan wacana elektrifikasi kendaraan dan ramah lingkungan," ujar Direktur Marketing PT TAM, Kazunori Minamide.

Percepatan upaya Toyota dalam pengembangan teknologi elektrifikasi untuk membangun kendaraan yang ramah lingkungan sedang berlangsung. Beberapa tajuk konsep kendaraan listrik maupun energi terbarukan dari Toyota seperti Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV), dan Hybrid Electric Vehicle (HEV) pun mulai diterapkan menjadi produk bagi masyarakat.

Aplikasi teknologi Toyota Hybrid System (THS) menjelma menjadi kontribusi Toyota pada gerakan kendaraan ramah lingkungan lewat model Toyota Prius, Camry Hybrid, dan C-HR Hybrid yang dipamerkan di GIIAS 2019. Bahkan, ada wacana dari Toyota untuk mengembangkan seluruh lini kendaraan dengan teknologi elektrifikasi memasuki 2025 mendatang. Saat ini, penjualan kendaraan ramah lingkungan buatan produsen asal Jepang itu mencapai 13 juta unit.

Keterlibatan berbagai pihak menjadi harapan Toyota untuk dapat mewujudkan elektrifikasi kendaraan secara luas di Indonesia. Direktur Marketing PT TAM, Anton Jimmi Suwandy, menyebut pihaknya menunggu inisiatif dari sektor lain serta dukungan regulasi dari pemerintah. "Perlu membuat ekosistem tersendiri hingga terkait kebutuhan bahan baku produksi baterai untuk mobil listrik di Indonesia. Saat ini masih terlalu dini untuk mewujudkan hal itu walaupun sangat mungkin dilakukan," katanya.

Pengaturan serta potensi adanya insentif dari pemerintah terhadap pengembangan elektrifikasi kendaraan dibutuhkan oleh perusahaan seperti Toyota. Hal tersebut dapat mendukung terlaksananya proyek bersama dengan ekosistem terkait dalam jangka panjang. "Kebijakan tersebut terlihat pada negara dengan kebutuhan kendaraan elektrifikasi yang tinggi seperti Tiongkok, Eropa, dan Amerika Serikat," ujar Anton menambahkan.

(Abu Sahma Pane)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement