Pada Oktober 2015, Google Play Store mendapat desain ulang yang besar lagi, dengan tombol bagian konten melengkung, gambar besar untuk produk unggulan di bagian atas. Toko aplikasi ini juga memisahkan, Apps & Games dan Entertain (film, acara TV, buku, majalah dan musik). Selanjutnya bagian Entertain berganti nama menjadi "Movies, Music, Books".
Semua ikon untuk rangkaian aplikasi Google Play didesain ulang pada bulan April 2016 sehingga mereka dapat berbagi tampilan segitiga yang sama seperti aplikasi Google Play. Pada bulan Mei, perusahaan mengungkapkan bahwa Google Play Store dan aplikasi Android-nya, akan tersedia di sejumlah Chromebook yang berjalan di Chrome OS.
Awal tahun ini, Google mengatakan bahwa semua Chromebook yang diluncurkan pada 2017 akan memiliki akses ke Google Play. Google juga terus mengembangkan antarmuka Play Store. Pada November, Google menambahkan bagian Tren yang mencakup topik hangat terkini di industri hiburan, dan tautan unduhan konten yang sesuai.
Saat ini, Google Play Store cukup banyak dijadikan toko pusat bagi pemilik Android yang ingin membeli aplikasi atau konten lainnya. Meskipun ada beberapa toko aplikasi pihak ketiga yang juga tersedia untuk Android, terutama Appstore Amazon, tak satupun dari mereka mendulang jumlah konten yang dimiliki Google Play. (lnm).
(Kemas Irawan Nurrachman)