Pemerintah Beri Sinyal Tak Ada Insentif untuk Mobil Hybrid

Erha Aprili Ramadhoni, Jurnalis
Sabtu 08 Agustus 2026 17:05 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memberi sinyak tak ada insentif mobil hybrid di 2026.
Share :

TANGERANG - Pemerintah memberikan sinyal tak akan ada insentif untuk mobil hybrid electric vehicle (HEV) pada tahun ini. Pasalnya, saat ini industri mobil hybrid sudah berjalan dengan baik. Hal ini bisa dilihat dari meningkatnya penjualan dan produksi mobil hybrid di Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menilai insentif sebenarnya untuk mendorong produksi mobil hybrid di dalam negeri.

"Karena sudah jalan, insentifnya sudah full. Kan insentif diberikan untuk produksi nasional, dan ini produksinya sudah produksi nasional, bahkan diekspor," ujar Airlangga di ICE BSD City, Tangerang, dikutip Sabtu (8/8/2026).

Saat ini, sejumlah model mobil hybrid telah diproduksi di dalam negeri. Selain itu, mobil yang diproduksi secara lokal juga sudah memenuhi tingkat kandungan dalam negeri (TKDN).

Penjualan mobil hybrid juga menunjukkan tren positif.

"Produksi sudah bagus, kenaikan (penjualan mobil hybrid) sudah 45 persen. Tujuan pemerintah menaikkan lokal konten sudah tercapai," ujar Airlangga.

Diketahui, pemerintah sebelumnya pernah memberikan insentif untuk mobil hybrid. Insentif itu berupa potongan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM). Insentif ini berlaku hingga Desember 2025. Saat itu, pemerintah menanggung PPnBM untuk mobil hybrid sebesar 3 persen.

Namun, hingga Agustus 2026, belum ada tanda-tanda insentif baru untuk mobil hybrid.

Sementara itu, berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), pada Januari-Juni 2026, penjualan mobil hybrid (HEV) mencapai 42.366 unit.

Jumlah itu naik sekitar 47 persen dibandingkan semester pertama 2025 yang sebanyak 28.817 unit.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya