TANGERANG - Pemilik kendaraan diesel kini dihadapi dengan naiknya harga bahan bakar minyak (BBM). Naiknya harga BBM dapat membuat biaya operasional membengkak.
Namun, untuk menekan biaya operasional yang membengkak, kondisi mesin harus tetap terawat. Pasalnya, mesin yang tidak dirawat dapat bekerja kurang optimal sehingga meningkatkan konsumsi BBM sekaligus memperbesar risiko kerusakan.
Mesin diesel modern saat ini telah memiliki berbagai komponen yang saling berkaitan untuk menentukan performa maksimal. Ketika salah satu komponen tidak bekerja dengan baik, efisiensi mesin pun dapat ikut terpengaruh. Karena itu, perawatan berkala menjadi bagian penting dalam menjaga kendaraan diesel supaya tetap bekerja secara optimal.
"Perawatan berkala perlu dilihat sebagai investasi untuk menjaga efisiensi kendaraan diesel, dan bukan hanya dilakukan ketika muncul gejala kerusakan. Kondisi mesin yang terawat membantu menjaga pembakaran tetap optimal sehingga konsumsi bahan bakar lebih efisien dan umur pakai komponen mesin menjadi lebih panjang," ujar Tim Brand Owner Pertamina Fastron, Mulianto, di arena GIIAS 2026, dikutip Selasa (4/8/2026).
"Dengan begitu, pemilik kendaraan dapat menekan biaya operasional secara keseluruhan,” ujar Mulianto.
Berikut tips-tips perawatan yang bisa diterapkan yang pemilik kendaraan diesel:
1. Ganti filter BBM secara Berkala
Filter bahan bakar berfungsi menyaring kontaminan sebelum bahan bakar masuk ke sistem injeksi. Filter yang kotor dapat mengganggu suplai bahan bakar sehingga mempengaruhi performa mesin.
2. Pakai BBM Sesuai Rekomendasi
Penggunaan bahan bakar yang sesuai spesifikasi membantu menjaga proses pembakaran berlangsung optimal sekaligus melindungi komponen sistem injeksi yang bekerja pada tekanan tinggi.
3. Jangan Tunda Ganti Oli dan Filter Oli
Oli berfungsi melumasi, mendinginkan, sekaligus melindungi komponen mesin dari keausan, dan mampu mengkondisikan jelaga sisa pembakaran. Sementara fungsi filter oli menyaring sedimen atau kotoran yang ada di oli. Filter yang kotor dapat mengganggu sirkulasi oli yang ada pada mesin. Sehingga kinerja pelumasan tidak optimal.