Penjualan Mobil Listrik di China Anjlok 13%, Produsen Siap Banjiri Pasar Global

Erha Aprili Ramadhoni, Jurnalis
Rabu 08 Juli 2026 18:19 WIB
Penjualan Mobil Listrik di China Anjlok 13%, Produsen Siap Banjiri Pasar Global (Ilustrasi/Freepik)
Share :

JAKARTA - Penjualan mobil listrik di China menurun. Turunnya penjualan di China akan berdampak secara global. Pasalnya, produsen otomotif di China akan menggenjot ekspor ke luar negeri. 

1. Penjualan Mobil Listrik Turun

Berdasarkan data dari Asosiasi Mobil Penumpang China, 1,04 juta mobil listrik dan plug in hybrid electric vehicle (PHEV) terjual pada Juni. Sementara pada semester I 2026, penjualan mobil listrik di China turun 13% dibandingkan tahun lalu hingga menjadi 4,73 unit. 

Ada sejumlah faktor yang menghambat permintaan kendaraan energi terbarukan di China. Melansir Carscoops, Rabu (8/7/2026), konsumen masih menunggu turunnya harga mobil listrik. Selain itu, dukungan pemerintah untuk kendaraan listrik juga menurun.

Menurut laporan South China Morning Post, pemerintrah China telah menyesuaikan kebijakan subsidinya terhadap kendaraan listrik awal tahun ini. Pemerintah China juga mulai menghapus secara bertahap keringanan pajak penjualan untuk produsen kendaraan listrik.

Awal bulan ini juga dikonfirmasi, keringanan pajak untuk BEV, PHEV, REEV, serta serta kendaraan komersial sel bahan bakar, akan dipotong mulai 1 Januari 2027. 

Keringanan pajak ini dapat menekan pengeluaran pembeli antara 360 yuan (Rp955 ribu) dan 660 yuan (Rp1,75 juta) per tahun.

 

2. Genjot Ekspor

Saat ini, BYD, Xiaomi, dan Leapmotor adalah tiga produsen kendaraan listrik China yang untung. Menurut AlixPartners, hanya sekitar empat perusahaan lain yang mungkin mencapai titik impas pada 2030. Sementara banyak perusahaan yang lebih lemah diperkirakan akan bangkrut atau diakuisisi oleh merek yang lebih besar.

Dengan profitabilitas yang semakin sulit dicapai, produsen China kini lebih fokus pada pasar luar negeri. Para analis memperkirakan merek-merek China dapat mengekspor sekitar 10 juta kendaraan pada akhir 2026. Perkiraan ini meningkat signifikan sebesar 41 persen dari tahun sebelumnya.

(Erha Aprili Ramadhoni)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya