Meta Diperintahkan Izinkan Akses Gratis Chatbot AI Pihak Ketiga ke WhatsApp

Rahman Asmardika, Jurnalis
Kamis 11 Juni 2026 15:03 WIB
Ilustrasi.
Share :

BRUSSELS - Komisi Eropa telah menuntut agar Meta, perusahaan pemilik Facebook, Instagram, dan WhatsApp, memberikan akses gratis kepada asisten AI pesaing ke platform pesan dan media sosialnya. Langkah sementara ini akan berlaku hingga selesainya penyelidikan antimonopoli terhadap raksasa teknologi Amerika Serikat (AS) itu.

Meta dapat menghadapi denda hingga 10% dari omzet tahunan globalnya jika terbukti bersalah menyalahgunakan kekuatan pasarnya untuk menekan harga pesaingnya.

Penyelidikan terhadap Meta diluncurkan pada Desember 2025 ketika para pengembang kecerdasan buatan dari AS, Prancis, dan Spanyol mengeluhkan keputusan perusahaan yang berbasis di California tersebut untuk memblokir akses ke antarmuka pemrograman aplikasi (API) WhatsApp Business kepada semua pesaing.

Hanya Meta AI milik perusahaan itu yang tetap terhubung ke aplikasi pesan tersebut, yang memiliki lebih dari 3,3 giga (miliar) pengguna aktif di seluruh dunia. AI tersebut juga terintegrasi ke dalam platform media sosial Meta, Facebook dan Instagram.

Pada Maret, Meta mengizinkan chatbot AI eksternal untuk mengakses WhatsApp dengan biaya tertentu, tetapi Brussels berpendapat bahwa biaya tersebut terlalu tinggi dan tidak berkelanjutan secara ekonomi bagi para pesaing.

Meta kini memiliki waktu lima hari kerja untuk menjadikan penggunaan WhatsApp Business API gratis, seperti sebelum Oktober 2025, menurut Komisi Eropa dalam pernyataannya pada Selasa (9/6/2026).

Kepala antimonopoli Uni Eropa, Teresa Ribera, mengatakan bahwa badan tersebut bertindak untuk “melestarikan pilihan bagi warga di seluruh Eropa mengenai asisten AI yang ingin mereka gunakan dengan WhatsApp, tanpa keputusan tersebut dibuat untuk mereka.”

 

Langkah ini juga akan “menjaga persaingan di pasar asisten AI yang berkembang, dengan melestarikan titik masuk utama untuk menjangkau konsumen di Eropa – WhatsApp – dan memungkinkan perusahaan AI untuk berinovasi, meningkatkan skala, dan mencapai potensi penuh mereka,” tambah Ribera, sebagaimana dilansir RT.

Seorang juru bicara Meta mengatakan dalam sebuah email kepada Reuters bahwa perusahaan tersebut tidak setuju dengan perintah tersebut dan berencana untuk mengajukan banding.

“Komisi Eropa telah memutuskan bahwa OpenAI dan beberapa perusahaan terbesar di dunia dapat menggunakan produk WhatsApp Business yang berbayar secara gratis. Ini adalah campur tangan regulasi yang berlebihan dan disubsidi oleh banyak perusahaan Eropa yang membayar,” tegas juru bicara tersebut.

CNBC melaporkan pada April bahwa Meta, Google, dan Apple telah diperintahkan untuk membayar denda sekitar USD7 miliar oleh Uni Eropa karena pelanggaran antimonopoli dan privasi sejak awal tahun 2024. Hal ini mendorong pemerintahan Presiden AS Donald Trump untuk menuduh Brussels secara tidak adil menargetkan perusahaan teknologi AS, sementara Komisi Eropa bersikeras bahwa mereka hanya melindungi konsumen blok tersebut.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya