Kepada Reuters, Hyundai mengaku sedang meninjau berbagai rencana bisnisnya di Rusia dan belum ada keputusan yang dibuat hingga saat ini.
Sekadar informasi, Hyundai dan Kia masuk dalam 10 besar produsen mobil terbesar di dunia karena berhasil merakit dan menjual sebanyak 200.000 unit kendaraan per tahun atau sekitar 4 persen dari kapasitas produksi globalnya.
Hyundai dan Kia merupakan salah satu kendaraan yang cukup laris di Rusia sebelum terjadi perang. Akibat perang, saat ini merek terlaris di Rusia adalah kendaraan China.
(Citra Dara Vresti Trisna)