JAKARTA – Salah satu sektor yang terdampak pada perang Rusia dan Ukraina adalah industri otomotif. Perang ini membuat Hyundai Motor berencana hengkang dari Rusia dan menjual pabriknya.
Diketahui, beberapa produsen besar otomotif meninggalkan Rusia karena kesulitan mendapat bahan baku. Meski telah mencoba bertahan, namun akhirnya pabrikan kendaraan asal Korea Selatan ini akhirnya goyah.
Dikutip dari Autonews Europe, upaya negosiasi penjualan pabrik Hyundai ini telah berada pada tahap akhir. Bahkan, saat ini Hyundai tinggal menunggu persetujuan dari pemerintah Rusia.
“Memang benar ada diskusi yang sedang berlangsung terkait penjualan, tapi belum ada keputusan,” kata Hyundai Motor dikutip dari Autonews Europe.
Diketahui, aktivitas pabrik mobil ini telah berhenti sejak tahun lalu. Beberapa waktu lalu, produsen kendaraan ini mengumumkan untuk meninjau berbagai opsi terkait pabriknya di Rusia.