Masalah Chip Belum Selesai, Toyota Berencana Memangkas Produksi Tahunan Global

Muhamad Fadli Ramadan, Jurnalis
Minggu 23 Oktober 2022 10:00 WIB
Ilustrasi. (Foto: Carscoops)
Share :

JAKARTA – Toyota Motor Corporation kekurangan chip semikonduktor membuat produksi kendaraan pada tahun ini belum bisa melampaui target.

Dikutip dari Reuters, Toyota menargetkan akan memecahkan rekor 9,7 produksi kendaraan hingga Maret 2023. Tapi, implementasi rencana tersebut batal setelah empat bulan produksi tidak sesuai target.

Pada Agustus 2022 silam, produksi sempat meningkat namun Toyota hanya mampu produksi 750.000 dan 800.000 unit pada Oktober dan November. Jumlah tersebut di bawah standar rata-rata 900.000 unit.

Meski tidak menyebut berapa banyak target produksi yang diturunkan namun output di lima bulan awal tahun fiskal berjalan 6,7 persen dari rencana perusahaan.

Berdasarkan informasi dari seorang sumber di Toyota menyebut, target tahunan yang telah direvisi bakal disampaikan usai prospek produksi sudah jelas dan dapat dicapai.

Target yang tidak terlampaui ini berbanding terbalik dengan apa yang telah Toyota sampaikan pada Juli lalu ketika Toyota menyatakan krisis semikonduktor telah teratasi. Bahkan, Toyota mengaku siap produksi kendaraan yang lebih banyak untuk mebus produksi yang terbatas di awal 2022.

Disebutkan inflasi, kenaikan suku bunga dan peningkatan resesi ekonomi menggelapkan prospek permintaan. Selain alasan keterbatasan chip, hal ini juga menjadi alasan Toyota merevisi target.

Toyota juga berencana menangguhkan 11 jalur produksi di delapan pabrik domestik pada bulan depan dalam waktu antara dua hingga sembilan hari. Hal ini mempengaruhi output dari berbagai macam kendaraan termasuk Corolla, RAV4 dan Yaris.

Kelangkaan chip juga membuat Toyota menutup pabrik di Rusia karena kelangkaan chip semikonduktor. Invasi Rusia ke Ukraina membuat Toyota sulit mendapat bahan baku.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya