JAKARTA – Siapa yang tidak mengenal Radio. Benda yang satu ini mungkin pernah hits pada masanya. Hingga kini, Radio pun masih menjadi salah satu perangkat yang banyak digunakan oleh masyarakat di dunia.
Radio sendiri diciptakan oleh pria berkebangsaan Italia yakni Guglielmo Marconi. Terciptanya radio itu sendiri terjadi lantaran Marconi membaca sebuah percobaan yang dilakukan oleh Heinrich Hertz beberapa tahun sebelumnya. Pria kelahiran 25 April 1874 itu akhirnya melakukan percobaan terhadap adanya gelombang elektromagnetik yang tak kasat mata. Namun bergerak melewati udara dengan adanya kecepatan udara.
Seperti dinukil dari berbagai sumber oleh Okezone, Marconi coba untuk mengombinasikan teori-teori yang sudah ada dengan idenya sendiri. Dia coba untuk menggunakan gelombang elektromagnetik guna mengirimkan kode sinyal telegraf dengan jangkauan lebih dari 1,5 km.
Pada 1901, radio yang ditemukan Marconi akhirnya bisa mengirimkan sinyal melewati samudra Atlantik dari Inggris ke Newfoundland. Setelah satu dekade berlalu hingga 1912, pria lulusan Universitas Bologna tersebut akhirnya mematenkan temuannya dan menyempurnakan sistem radio yang digunakan.
Radio sendiri pada awalnya digunakan oleh para maritim. Tujuannya adalah untuk mengirimkan pesan telegraf dengan menggunakan kode morse antara kapal dan selat. Salah satu yang paling terkenal adalah pada saat tenggelamnya RMS Titanic pada 1912.
Selain itu, radio juga digunakan untuk berkomunikasi antara angkatan darat dan angkatan udara. Radio kemudian menjadi popular pada 1920-an dan 1930-an. Radio juga digunakan untuk jaringan tanpa kabel, komunikasi, dan dalam penyiaran.
Seiring berjalannya waktu, radio pun mengalami perkembangan dengan hadirnya Radio AM dan Radio FM. Selain itu juga mulai muncul radio internet yang digunakan oleh radio konvensional. Tidak hanya itu, radio juga juga berkembang dengan munculnya radio satelit yang berfungsi untuk mentransmisikan gelombang radio dengan menggunakan sinyal digital. Terakhir, radio berkembang dengan adanya radio berdefinisi tinggi (HD Radio) dan bekerja dengan menggabungkan sistem analog serta digital bersamaan. (afr)
(Kemas Irawan Nurrachman)