Cara Alexander Rusli Memodernisasi Jaringan Indosat

Gesit Prayogi, Jurnalis
Senin 24 Februari 2014 10:11 WIB
CEO Indosat, Alexander Rusli (Foto: Pribadi)
Share :

JAKARTA – “Kami benahi mulai dari jaringan, kemudian pararel ke layanan konsumen,” ujar Chief Executive Officer (CEO) Indosat Alexander Rusli menjawab pertanyaan Okezone seputar komitmen operator kuning itu dalam memberikan layanan terbaik ke pelanggan.

Menurut jebolan Curtin University of Technology itu bahwa banyak tantangan dalam melakukan modernisasi yang saat ini gencar dilakukan, termasuk berurusan dengan buruh dan pemilik tanah.

Pak Alex – sapaan akrabnya—memang memiliki tugas untuk mengimplementasikan strategi perusahaan. Sengitnya persaingan di Industri telekomunikasi membuat pria berkacamata itu fokus menggenjot costumer experience.

“Kalau tetangga mendorong masalah jangkauan kemudian ada juga yang menawarkan harga, kami ingin menjadi operator yang proporsional antara jangkauan dan harga,” harapnya.

Untuk itu, ia pun berpendapat kualitas harus menjadi fokus dalam dua tahun ini. Indosat pun tanpa henti melakukan perbaikan jaringan dan menambah jangkauan melalui modernisasi untuk melayani 53,8 juta pelanggan – per triwulan ketiga 2013.

“Sudah selesai di beberapa daerah, dan saat ini ada juga yang masih berjalan. Misalnya di sebelah selatan Bali sudah rampung dan akan terus menyisir daerah lainnya dan juga Jakarta,” urai Alex.

Peta Kekuatan
Sumber daya modal bagi operator untuk memberikan layanan yang prima sekaligus sumber keuntungan adalah frekuensi. Indosat sendiri memiliki alokasi pita frekuensi sebesar 10 MHz di frekuensi 900 MHz, 20 MHz di frekuensi 1.800 MHz, dan 10 MHz di frekuensi 2.100 MHz.

Dibandingkan operator lain, lanjut Alex, Indosat memiliki kelebihan terlebih ketika pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memberikan lampu hijau bagi Indosat menggelar layanan 3G dengan teknologi UMTS 900 MHz + 2.100 MHz.

“Kami bisa memaksimalkan kualitas layanan 3G dengan memanfaatkan jaringan 900 MHz, yang memungkinkan jangkauan sinyal lebih kuat karena frekuensi yang lebih rendah,” tutur Alex.

Sementara itu, Indosat saat ini memiliki 23.207 Base Transceiver Station (BTS) yang terdiri dari 4.993 BTS 3G dan 18.214 BTS 2G. Saat ini, untuk mendukung perusahaan terus memodifikasi BTS agar bisa mengoperasikan layanan UMTS di frekuensi 900.

“Kami punya alokasi frekuensi 900 MHz kan paling banyak. Kalau kami nggak maksimalkan blo’on,” tukas dia.

(Amril Amarullah (Okezone))

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya