Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Indosat Ajak OTT Lokal "Naik Kelas"

Gesit Prayogi , Jurnalis-Senin, 24 Februari 2014 |12:30 WIB
Indosat Ajak OTT Lokal
CEO Indosat, Alexander Rusli (kanan)/foto: Koran Sindo
A
A
A

JAKARTA – Layanan Over The Top (OTT) menyerbu Tanah Air seiring meningkatnya pengguna smartphone. Melihat tren tersebut, PT Indosat Tbk. (Indosat) percaya, baik pemain OTT atau operator dapat melakukan sinergi untuk menuai keuntungan.

Chief Executive Officer (CEO) Indosat Alexander Rusli mengakui bahwa saat ini memang belum ada formulasi OTT yang tepat. Perusahan sendiri sempat menjajaki dengan menjalin kerjasama beberapa pemain OTT seperti WhatsApp dan Facebook.

“At the end of the day, OTT akan make money. Namun sulitnya belum ada metode yang tepat bagi konsumen untuk melakukan transaksi dari aplikasi yang mereka pakai,” ucap Alex memprediksi.

Saat ini, sambungnya, layanan OTT mulai bergerak dengan menyediakan aplikasi di dalam aplikasi. Tapi sayangnya, belum ada metode pembayaran yang tepat.

“Agar mudah ya menagih lewat operator. Ada istilahnya carrier billing atau potong pulsa. Kerjasama ini paling banyak dilakukan,” imbuhnya.

Meski saat ini pemain OTT didominasi produk asing, Indosat pun terus mendukung tumbuhnya pemain dalam negeri untuk “naik kelas”.

Diakuinya, pemerintah sendiri saat ini mencoba mengatur OTT yang masuk di Indonesia dengan beberapa alasan. “Jangan sampai OTT lokal mati, OTT harus berkembang, yaua OTT luar tak bayar pajal,” katanya.

“Posisi apa pun, selama operator satu sikap dan kompak, kita bisa bergerak bersamaan,” tutur Alex.

Inkubasi Bikin OTT Lokal Naik Kelas
Di samping itu, untuk mendukung OTT lokal, Alex menjelaskan ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan, salah satunya ekosistem yang belum terlalu hidup.

“Keuntungan aplikasi belum banyak, kebanyakan OTT di sini belum menguntungkan baik dari sisi pengembangan atau pun investasinya. Sebab itu pelan pergerakannya,” Alex menguraikan.

Indosat sendiri memiliki program inkubasi untuk membesarkan OTT lokal yang memiliki potensi besar. Sebuah fasilitas bernama IdeaBox pun dibangun perusahaan di Wisma Barito.

“Kami bangun pusat inkubasi dan menyediakan ahli dari luar untuk membuat OTT lokal jadi besar,” papar pria berdarah Palembang dan Padang itu.

Selain itu, Indosat juga memiliki iWic, yang merupakan pre-inkubasi calon-calon pengembang dari universitas. Tahun ini program ini telah memasuki tahun kedelapan dan diklaim Alex sangat sukses.

“Kami sebagai operator ingin masuk ke OTT tapi nunggu ekosistem jadi. Tumbuhnya tren data kan akan berkelanjutan kalau aplikasi lokalnya hidup,” simpulnya.

(Amril Amarullah (Okezone))

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement