JAKARTA - Sharing resource dalam industri telekomunikasi dapat memangkas biaya atau cost operator dan mencegah terjadinya dominasi oleh salah satu operator telekomunikasi. Menurut Alexander Rusli, President Director & Indosat Ooredoo, perlu adanya regulasi untuk mengatur sharing resource tersebut.
Regulasi untuk sharing resource nantinya bisa menguntungkan bagi operator, yang diharapkan dapat menurunkan pula price atau tarif untuk konsumen. "Kalau sudah bisa sharing resource artinya apa, kami tidak perlu meningkatkan price terlalu banyak karena cost turun. EBITDA kita akan otomatis meningkat dengan cost yang turun," terang Alex kepada Okezone di gedung Indosat Ooredoo, Jakarta (1/12/2015).
Lebih lanjut ia mengatakan, bila sharing resource ini benar-benar diatur dalam regulasi dan didukung Kementerian Komunikasi dan Informatika, maka operator bisa menyediakan layanan yang lebih terjangkau bagi konsumen.
Konsolidasi jaringan ini bukan hal yang mustahil. "Kan sebetulnya pemain 10 tetapi kalau yang punya jaringan hanya tiga, its also oke. Yang mahal itu jaringan, mahal investasi, mahal buat running, OPEX dan CAPEX-nya mahal," kata Alex.
Menurut pria berkacamata itu, apabila regulasi sharing resource sudah ada dan operator sepakat, maka hal ini tidak akan menciptakan dominasi hanya untuk satu pemain saja. "Network resource harusnya bisa dibagi. Jadi berdua, cost-nya dibagi dua, kalau bertiga, cost-nya dibagi tiga," tambahnya.
Ini tampaknya akan menjadi tantangan bagi operator maupun regulator guna merealisasikan sharing resource antar perusahaan telekomunikasi. "Apakah pemerintah mau mempertahankan status quo, atau mau memberikan layanan yang lebih murah," pungkas Alex.
(Ahmad Luthfi)