Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Operator Pertimbangkan Sisi Ekonomis Google Project Loon

Ahmad Luthfi , Jurnalis-Rabu, 02 Desember 2015 |20:29 WIB
Operator Pertimbangkan Sisi Ekonomis Google Project Loon
Chief Executive Officer (CEO) Indosat Ooredoo - Alexander Rusli (Foto: Dede Kurniawan/Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Percobaan teknis Google Project Loon direncanakan pada 2016. Selama satu tahun, operator akan melihat apakah teknologi tersebut bisa menguntungkan atau lebih ekonomis dari sisi cost ketimbang memakai BTS di darat.

"Technical trial itu bos di 2016. Ini masih sifatnya technological adventure," kata Alexander Rusli, President Director & Indosat Ooredoo kepada Okezone di gedung Indosat Ooredoo, Jakarta (1/12/2015).

Alex mengatakan, balon Google akan melayang di ketinggian 60 ribu kaki, di atas ketinggian jelajah pesawat terbang pada umumnya di 47 ribu kaki. "Antar balon dengan balon lain 80 kilometer, transmisi pakai laser. Ini bisa dibayangkan, di atas (udara itu) ke dorong angin, naik turun, bagaimana dia bisa menyesuaikan," ujar pria lulusan University of Technology, Australia ini.

Secara teknis, balon menyorot dari satu titik ke titik lain dan tidak diam. Selain itu, sinyal yang ditembak dari balon yang umur melayangnya kira-kira tiga bulan itu diharapkan tidak mengganggu jaringan yang sudah ada.

"Kita belum tahu ini barang, karena kami punya jaringan yang sudah On. Dia (balon Google) akan lewat daerah sini akan hidup, kalau lewat di daerah yang lain dia akan mati. Kalau hidup dua-duanya ada interference," tuturnya.

Lebih lanjut Alex mengungkapkan, proyek balon Google ini membutuhkan biaya yang besar, namun operator tetap melihatnya sebagai sebuah peluang. "Kalau sukses, kemudian yang berlangganan banyak, terus bisa murah, why not?," tambahnya.

Operator memperhatikan apakah Google Project Loon ini bisa menekan cost secara signifikan. "Misalnya, sukses secara teknis, yang langganan hanya Indosat, berarti Indosat harus cover the whole cost? ini tidak ekonomis. Harus makin banyak negara dalam ring itu yang ikutan, dan cost itu jadi rendah. Jadi, technical trial dulu, siapa yang ikutan, tanda tangan bareng, baru make sense," jelasnya.

(Ahmad Luthfi)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement