Kedua perusahaan tidak memaparkan rincian teknis secara mendalam. Namun, keduanya menyatakan standardisasi teknologi dasar akan memungkinkan mereka untuk memanfaatkan keahlian teknik dan sumber daya pengembangan gabungan guna meningkatkan efisiensi, mempercepat inovasi, serta meningkatkan daya saing melalui pengurangan biaya pengembangan dan skala ekonomi yang lebih besar.
Mereka juga mengisyaratkan siklus pengembangan yang lebih cepat, sesuatu yang krusial di tengah persaingan industri yang semakin ketat.
Kolaborasi Honda dan Nissan tidak terbatas pada ECU dan perangkat lunak saja, karena mereka juga akan terus menjajaki peluang kerja sama di berbagai bidang lainnya.
Menariknya, kesepakatan ini tidak melibatkan Aliansi Renault–Nissan–Mitsubishi yang lebih luas. Kendati demikian, Reuters melaporkan Mitsubishi sedang mempertimbangkan untuk turut bergabung dalam kerja sama pengembangan perangkat lunak dan ECU tersebut.
(Erha Aprili Ramadhoni)