Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BYD Yangwang U7 Diuji Ekstrem Tempuh Jarak 30 Ribu Km dan Flash Charging 350 Kali, Kapasitas Baterai Turun Segini

Erha Aprili Ramadhoni , Jurnalis-Sabtu, 29 Agustus 2026 |15:42 WIB
BYD Yangwang U7 Diuji Ekstrem Tempuh Jarak 30 Ribu Km dan Flash Charging 350 Kali, Kapasitas Baterai Turun Segini
BYD Yangwang U7 Diuji Ekstrem Tempuh Jarak 30 Ribu Km dan Flash Charging 350 Kali, Kapasitas Baterai Turun Segini (Dok BYD)
A
A
A

JAKARTA - Sedan listrik Yangwang U7 menjalani uji ketahanan sejauh 30 ribu km dalam waktu sekitar 8 hari. Dalam rentang waktu itu, model yang diproduksi sub brand BYD itu juga lebih dari 350 kali diisi daya cepat. Hasilnya, terungkap kapasitas baterai Yangwang U7 setelah pengujian tersebut. 

1. Uji Ketahanan Yangwang U7

Yangwang U7 model 2026 adalah model pertama BYD yang  menggunakan teknologi Blade Battery 2.0. Model itu diuji ketahanan dalam waktu 8 hari, 19 jam, dan 58 menit. 

General Manager Yangwang, Hu Xiaoqing, menegaskan keaslian uji coba tersebut. Ia menyatakan, kendaraan yang diuji adalah model produksi standar yang dipilih secara acak dari gerai ritel, bukan mobil konsep, kendaraan dengan penyetelan khusus, ataupun versi modifikasi. Hu lebih lanjut menyatakan, Yangwang terbuka terhadap verifikasi dan pengujian dari berbagai lembaga independen maupun individu.

Uji ketahanan ini dilaksanakan di Nanning, sebuah kota di China bagian selatan. Selama pengujian, suhu rata-rata melebihi 36°C dengan kelembapan relatif mencapai 80%. Kendaraan melaju dengan kecepatan konstan 240 km/jam, sementara sistem pendingin udara (AC) terus beroperasi pada suhu 24°C sepanjang pengujian.

Selama uji ketahanan tersebut, U7 menjalani lebih dari 350 siklus pengisian daya cepat (flash charging_. Setelah pengujian selesai, tingkat retensi kapasitas baterai tetap berada di angka 98,7%. 

Menurut pihak perusahaan, Yangwang telah mengerahkan total 758 unit kendaraan uji untuk U7 sebelum peluncurannya ke pasar, dengan akumulasi jarak tempuh pengujian nyata mencapai 10,49 juta km.

 

Pengujian ini dilakukan di tengah semakin ketatnya regulasi terkait keandalan kendaraan di China. Pada tanggal 21 Januari 2026, Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi (MIIT) menerbitkan Pengumuman No. 1 Tahun 2026, yang merevisi persyaratan tinjauan akses bagi produsen dan produk kendaraan bermotor. 

Peraturan baru yang akan mulai berlaku pada 1 Januari 2027 mewajibkan kendaraan konvensional (mobil penumpang, bus, dan truk) untuk menjalani uji verifikasi keandalan dengan jarak tempuh minimal 30.000 km.

Selain itu, pada Juli tahun ini, Komite Teknis Nasional untuk Standardisasi Otomotif meminta pendapat publik mengenai tiga usulan revisi standar nasional. Usulan-usulan tersebut secara signifikan meningkatkan jarak tempuh uji keandalan bagi kendaraan energi baru (NEV). Secara khusus, total jarak tempuh uji keandalan untuk kendaraan listrik murni harus mencapai setidaknya 30.000 km—menyamakan standarnya dengan kendaraan bermesin pembakaran internal konvensional. 

Kendaraan listrik plug ini hybrid electric vehicla (PHEV) juga diwajibkan menempuh jarak minimal 30.000 km, dengan setidaknya 10.000 km di antaranya dikhususkan untuk uji keandalan mode listrik murni. Demikian pula, kendaraan listrik sel bahan bakar diwajibkan menyelesaikan jarak tempuh minimal 30.000 km dalam mode penggerak hybrid.

Anggota Komite Ahli Asosiasi Dealer Mobil Tiongkok, Yan Jinghui,  dalam wawancaranya dengan NBD menyatakan, peningkatan persyaratan ini mencerminkan kemajuan pesat teknologi NEV di China. Ia berpendapat bahwa kenaikan standar keandalan untuk model listrik murni dan PHEV  membuktikan jarak tempuh dan daya tahan baterai bukan lagi menjadi hambatan utama bagi industri tersebut.
 

(Erha Aprili Ramadhoni)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement