Saat kecelakaan tersebut, McLaren itu melaju di bawah kecepatan 100 km per jam.
"Kalau kondisi keterangannya enggak terlalu kenceng, mungkin masih kecepatan dibawa 100 (km/jam-red)," kata Iptu Ardian.
Sementara itu, saat kejadian pengemudi menegaskan dirinya dan rekannya ingin jalan-jalan. Ia pun menegaskan tidak dalam kondisi terpengaruh miras.
"Tidak dalam kondisi mabuk atau apapun itu," ucapnya.
Mobil yang mengalami kecelakaan hingga ringsek parah itu adalah McLaren 720S. Supercar itu bahkan terbelah menjadi dua bagian akibat kecelakaan tunggal tersebut.