JAKARTA - Pentagon telah mendorong produsen mobil untuk memainkan peran yang lebih besar dalam kompleks industri militer. General Motors mematuhinya dengan mengumumkan nota kesepahaman dengan Lockheed Martin.
Kemitraan ini "difasilitasi" oleh Departemen Perang dan bertujuan untuk "memperkuat basis industri manufaktur dan pertahanan Amerika." Demikian laporan Carscoops, dikutip Rabu (17/6/2026).
Berdasarkan ketentuan kesepakatan, GM Defense dan Lockheed Martin akan menjajaki peluang untuk mempercepat pengiriman senjata dan kemampuan pertahanan yang penting.
Rinciannya masih belum jelas. Namun, kemitraan ini bertujuan menggabungkan keahlian militer Lockheed dengan kemampuan teknik dan manufaktur GM.
"(GM mengatakan upaya awal akan menjajaki cara untuk-red) Mempercepat kesiapan produksi dan menerapkan pendekatan manufaktur komersial yang telah terbukti untuk mendukung persyaratan produksi pertahanan," katanya.
Produsen mobil tersebut menambahkan kolaborasi ini memiliki tiga tujuan utama.
"(termasuk-red) memperkuat rantai pasokan pertahanan, memajukan kemampuan manufaktur dan desain, dan mengevaluasi peluang untuk memperluas kapasitas produksi melalui keahlian dan infrastruktur manufaktur komersial," tuturnya.
Produksi tampaknya menjadi salah satu tema utama. COO Lockheed Martin, Frank St. John, menyinggung hal ini.
“Keamanan Amerika tidak hanya bergantung pada pengembangan teknologi canggih, tetapi juga pada kemampuan kita untuk memproduksinya dengan cepat, andal, dan dalam skala besar,” ujarnya.
GM menggemakan hal ini. “Kolaborasi ini mencerminkan meningkatnya permintaan akan kapasitas produksi yang lebih besar, ketahanan rantai pasokan, dan ketangkasan manufaktur di seluruh sektor pertahanan,” katanya.
Sebagaimana ketahui, persenjataan Amerika Serikat telah terbebani oleh serangkaian konflik termasuk perang di Ukraina dan Iran. Meskipun Lockheed paling dikenal karena pesawat terbangnya, perusahaan ini juga membuat rudal Patriot, yang telah digunakan secara luas dalam pertempuran tersebut.
Meskipun belum sepenuhnya jelas bagaimana kemitraan ini akan berjalan, Presiden GM Defense, Steve duMont, mengatakan kedua perusahaan akan “mengidentifikasi proyek-proyek awal untuk dikerjakan bersama” dalam beberapa minggu mendatang.
(Erha Aprili Ramadhoni)