Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Uji Emisi Bikin Konsumsi BBM Makin Irit, Benarkah?

Erha Aprili Ramadhoni , Jurnalis-Selasa, 26 Mei 2026 |19:45 WIB
Uji Emisi Bikin Konsumsi BBM Makin Irit, Benarkah?
Uji Emisi Bikin Konsumsi BBM Makin Irit, Benarkah? (Dok Auto2000)
A
A
A

JAKARTA – Uji emisi disebut membuat konsumsi bensin semakin irit, benarkah? Hal ini akan diulas lebih lanjut dalam artikel berikut. 

1. Uji Emisi

Untuk menjaga mobil tetap irit bahan bakar tidak hanya soal memilih BBM yang tepat atau gaya berkendara yang menerapkan eco-driving & defensive-driving. Namun, kondisi mesin harus tetap optimal.

Selain itu, ada sejumlah pendapat menyatakan hasil uji emisi dapat menjadi indikator konsumsi BBM efisien atau tidak. Apakah itu mitos saja atau fakta? 

“Uji emisi merupakan bagian dari prosedur standar servis berkala di bengkel Auto2000 untuk mengetahui sejauh mana tingkat kesehatan mobil. Jika kandungan gas buang melebihi ambang batas yang ditetapkan, merupakan indikator ada komponen mesin yang bermasalah dan harus dicarikan solusinya. Seperti mengatur setelan mesin atau mengganti komponen dengan yang baru agar sehat kembali,” tutur Marketing Division Head Auto2000, Nur Imansyah Tara, Jumat (22/5/2026).

Meskipun tidak ada kerusakan, tahapan uji emisi memastikan mesin selalu dalam kondisi prima guna mencapai tingkat efisiensi terbaik. Uji emisi bisa mengetahui apakah kandungan udara dan bahan bakar yang dimanfaatkan sudah sesuai dengan spesifikasi dan kebutuhan mesin agar dapat bekerja optimal.

Dengan mengetahui kinerja terbaik mesin, akan didapatkan efisiensi bahan bakar yang tinggi dan menguntungkan lantaran mesin tidak haus bensin. 

2. Cara Mudah Lolos Uji Emisi

Mengacu Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 05 Tahun 2006 tentang Ambang Batas Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Lama, kendaraan bermotor berbahan bakar bensin tahun produksi 2007 dan sesudahnya memiliki ambang batas emisi pada uji idle dengan parameter karbon monoksida (CO) maksimal 1,5% volume dan hidrokarbon (HC) maksimal 200 ppm volume.

1. Saluran Masuk Bahan Bakar dan Filter Udara Harus dalam Keadaan Bersih

Pastikan saluran masuk bahan bakar dan filter udara dalam keadaan bersih karena akan berpengaruh pada angka HC. Komponen yang kotor dapat menghambat aliran udara masuk ke ruang mesin dimana angka HC bisa semakin tinggi karena pasokan udara yang kurang saat proses pembakaran.

2. Cek Koil dan Busi Mesin Bensin

Pastikan koil dan busi selalu dalam kondisi prima ketika uji emisi sehingga proses pembakaran tidak bermasalah.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement