JAKARTA - Naiknya kondisi harga bahan bakar minyak (BBM) membuat pemilik kendaraan berpikir keras untuk meminimalkan biaya operasional.
Meski begitu, upaya meminimalkan biaya operasional jangan sampai menurunkan kualitas BBM yang tidak direkomendasikan pabrikan.
Pasalnya jika menggunakan kualitas BBM yang tak direkomendasikan, ada potensi masalah jangka pendek yang bisa mengganggu dan merugikan pemilik kendaraan. Hal paling umum tentunya performa mesin yang turun, munculnya gejala ngelitik atau detonasi, pompa bensin rusak, munculnya deposit kotoran di ruang bakar, sampai konsumsi bensin jadi lebih boros dan potensi terjadinya overheat pada mesin.
"Hal lain yang dapat dilakukan adalah menjaga kondisi mesin di mana salah satu yang terpenting adalah filter bensin. Bahan bakar yang bersih dan berkualitas akan meningkatkan kinerja mesin sehingga semakin efisien dan hemat BBM,” kata Marketing Division Head Auto2000, Nur Imansyah Tara, dikutip Sabtu (9/5/2026).
Filter bahan bakar atau bensin adalah komponen yang bertugas menyaring kotoran dan partikel lain dari bahan bakar supaya tidak mencemari dan menyumbat saluran bahan bakar berikut pompanya, injektor, dan ruang bakar.
Beberapa potensi masalah dapat timbul kalau filter bensin kotor, mulai dari performa mesin turun hingga komponen mesin yang bekerja di dalam injektor dan ruang bakar bisa rusak. Jangankan menghemat bensin, performa harian juga bakal turun yang dampaknya bisa membuat pengemudi kurang nyaman ketika berkendara.
Jika mengetahui gejala filter bensin mulai bermasalah, pemilik kendaraan disarankan segera mengambil tindakan sebelum mengakibatkan masalah lain. Jangan hanya dibersihkan, filter BBM sebaiknya diganti baru secara rutin tanpa perlu menunggunya sampai rusak.
Sebelum filter bahan bakar rusak, ada tanda-tanda yang bisa dirasakan. Jika sudah ada gejalanya, segera ganti filter bensin meskipun belum saatnya diganti.
Setiap kendaraan membutuhkan bahan bakar untuk mengoperasikan mesin. Kalau filter bahan bakar tersumbat, aliran bensin menjadi terbatas dan tidak stabil. Akibatnya, mesin mobil menjadi susah untuk dihidupkan.
Tanda lainnya adalah ketika mesin stasioner atau idle, putaran mesin tidak normal dan naik turun. Ketika rpm mobil dinaikkan, putaran mesin juga tersendat seperti tidak ada tenaga padahal tanpa keadaaan tanpa beban.