Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jelang Musim Kemarau, Ini 4 Tanda Filter AC Penuh yang Bisa Timbulkan Efek Domino

Erha Aprili Ramadhoni , Jurnalis-Sabtu, 02 Mei 2026 |15:53 WIB
Jelang Musim Kemarau, Ini 4 Tanda Filter AC Penuh yang Bisa Timbulkan Efek Domino
Jelang Musim Kemarau, Ini 4 Tanda Filter AC Penuh yang Bisa Timbulkan Efek Domino (Dok SIS)
A
A
A

JAKARTA - Memasuki musim kemarau, suhu udara di berbagai wilayah Indonesia meningkat dengan paparan panas lebih intens pada siang hari. Kondisi tersebut membuat kabin mobil berpotensi lebih cepat panas, terutama saat mobil parkir di area terbuka. Alhasil, beban kerja sistem pendingin atau air conditioner (AC) pun meningkat guna menjaga kenyamanan selama perjalanan.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau 2026 diperkirakan datang lebih awal, dengan sejumlah wilayah mulai memasuki periode kemarau sejak April 2026 dan mencapai puncaknya pada Agustus 2026. 

Dalam kondisi cuaca lebih kering dan berdebu, kinerja AC sangat bergantung pada komponen krusial yang kerap luput dari perhatian, yaitu filter AC.

“Kinerja sistem pendingin optimal selalu berawal dari sirkulasi udara bersih. Filter AC memegang peranan penting untuk menyaring partikel debu dari luar sebelum udara masuk ke kisi-kisi evaporator AC. Oleh karena itu, pengecekan lebih dini pada komponen ini sangat
esensial," kata Asst to Aftersales Department Head of Service PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Hariadi, dikutip Sabtu (2/5/2026).

Ia melanjutkan, langkah ini tidak hanya menjaga performa pendinginan secara teknis, tetapi juga memastikan sirkulasi udara tetap sehat bagi penumpang. 

Secara teknis, filter AC berperan sebagai saringan mekanis utama guna menjaga kemurnian udara sebelum masuk ke sistem pendinginan udara. Alur kerja bermula saat blower menarik udara panas dari kabin atau luar, lalu mengalirkannya melalui filter AC sebelum mencapai kisi-kisi evaporator.

Penyaringan partikel sejak dini membantu menekan risiko penumpukan kotoran pada unit pendingin di dalam dasbor. Untuk menunjang fungsi krusial tersebut, filter AC memiliki kemampuan menangkap berbagai partikel sesuai spesifikasi materialnya.

Material kertas/serat non-woven merupakan jenis standar efektif menyaring partikel debu besar, serbuk sari, dan kotoran jalanan.

Carbon active (arang aktif) merupakan material premium dengan kemampuan menyaring partikel fisik, sekaligus menyerap bau tidak sedap dan gas polutan dari luar kendaraan.

Material Elektrostatik, dengan menggunakan muatan listrik statis untuk menarik partikel lebih halus agar tidak lolos ke dalam sistem sirkulasi.

Mayoritas kendaraan, menggunakan filter AC bermaterial kertas atau serat non-woven. Jenis ini dipilih karena memiliki keunggulan bobot ringan, daya saring rapat, durabilitas baik, serta lebih efisien secara biaya perawatan.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement