Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Strategi Daihatsu Hadapi Naiknya Dolar AS, Pastikan Harga Mobil Tak Naik

Erha Aprili Ramadhoni , Jurnalis-Rabu, 20 Mei 2026 |17:32 WIB
Strategi Daihatsu Hadapi Naiknya Dolar AS, Pastikan Harga Mobil Tak Naik
Strategi Daihatsu Hadapi Naiknya Dolar AS, Pastikan Harga Mobil Tak Naik (Ilustrasi/Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Rupiah terus melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Di tengah kondisi ini, Daihatsu saat ini memastikan belum menyesuaikan harga model yang dipasarkan. 

1. Strategi Daihatsu

Marketing Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Sri Agung Handayani, menjelaskan strategi pihaknya dalam kondisi melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. 

Ia menjelaskan ada sejumlah komponen yang masih impor. Namun, pihaknya akan melakukan penyesuaian. Pihaknya pun akan memberlakukan efisiensi. 

"Ada beberapa komponen yang memang impor pastinya butuh penyesuaian tapi keberlanjutan industri ini kan mesti jalan. Jadi kita lakukan beberapa hal kita restructure biaya dan melakukan efisiensi di manufacturing kita," tutur Sri Agung, di BSD Tangeran, Rabu (20/5/2026).  

Langkah lainnya yang dilakukan Daihatsu adalah akan mendiskusikan soal komponen lokal bersama rantai pasok terkait. Hal ini demi mengurangi ketergantungan terhadap komponen yang masih impor. 

"Yang kedua kita ada pembahasan juga dengan total supply chain kita untuk mencari solusi dalam pengembangan lokalisasi dari beberapa (komponen-red) impor," tutur Agung. 

Selanjutnya, ia menjelaskan, pihaknya juga terus memantau kondisi tersebut. 

Menurut Agung, melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tak hanya berdampak pada Daihatsu. Namun, seluruh industri otomotif juga ikut terdampak akan hal ini. 

"Saya rasa depresiasi ini berdampak bukan hanya pada pabrik Daihatsu. Ini akan terjadi pada seluruh industri yang ada di Indonesia," tutur Agung. 

Di sisi lain, Agung menegaskan, pihaknya tak ingin terburu-buru untuk menaikkan harga. Pihaknya tak ingin membebankan hal ini ke konsumen. Terlebih, konsumen Daihatsu sebagian besar adalah pemilik kendaraan pertama (first car buyer). 

"Tapi apa yang akan dilakukan Daihatsu? Akan dilakukan dengan sangat hati-hati dan prudent. Artinya tidak semua dilakukan dan dideploy kepada customer. Perlu dicatat, Daihatsu itu first car buyer," tutur Agung. 

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement