JAKARTA - Apa bedanya antara BEV, HEV, PHEV, dan REEV? Menarik untuk mengetahui perbedaan di antaran kendaraan elektrifikasi tersebut.
Diketahui, tren mobil elektrifikasi terus tumbuh. Di Indonesia, kini sudah banyak model mobil listrik dan hybrid.
Kendaraan elektrifikasi, yang termasuk new energy vehicle (NEV), ada banyak jenis. Hal ini mulai dari battery electric vehicle (BEV), hybrid electric vehicle (HEV), plug-in hybrid electric vehicle (PHEV), serta range extended electric vehicle (REEV).
Lalu, apa perbedaan dari masing-masing teknologi dari kendaraan elektrifikasi tersebut. Berikut penjabarannya, sebagaimana dikutip dari keterangan Changan Indonesia, Senin (18/5/2026):
Pertama, Battery Electric Vehicle (BEV) merupakan bentuk elektrifikasi paling penuh karena sepenuhnya mengandalkan energi listrik dari baterai dan tidak lagi menggunakan mesin pembakaran internal. BEV menggunakan baterai dan motor listrik murni sehingga bebas emisi.
Sementara itu, Hybrid Electric Vehicle (HEV), teknologi ini menggabungkan mesin bensin dengan motor listrik untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar, namun tidak memerlukan pengisian daya eksternal.
Pada kendaraan HEV, motor listrik membantu kerja mesin, terutama saat akselerasi dan kondisi berkendara tertentu, sementara daya baterai umumnya diisi melalui mesin dan regenerative braking.
Dengan karakter tersebut, HEV umumnya hanya dibekali kapasitas baterai yang relatif kecil karena fungsinya lebih sebagai pendukung kinerja mesin, bukan sebagai sumber tenaga utama untuk berkendara jarak jauh dengan mode listrik murni.
Di sisi lain, Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) hadir sebagai jembatan menuju elektrifikasi yang lebih jauh karena memiliki baterai yang dapat diisi melalui sumber listrik eksternal, sehingga dapat digunakan dalam mode listrik murni untuk jarak tertentu sebelum mesin bensin mengambil alih saat daya baterai menipis.