Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tren Positif Kendaraan Listrik di Indonesia dan Ancaman Krisis Energi

Erha Aprili Ramadhoni , Jurnalis-Kamis, 09 April 2026 |20:36 WIB
Tren Positif Kendaraan Listrik di Indonesia dan Ancaman Krisis Energi
Tren Positif Kendaraan Listrik di Indonesia dan Ancaman Krisis Energi (Ist)
A
A
A

JAKARTA -  Tren kendaraan elektrifikasi terus meningkat dalam beberapa tahun belakangan ini. Kini, semakin ramai kendaraan elektrifikasi, mulai dari mobil, sepeda motor, hingga sepeda listrik. 

Terlebih di tengah kondisi geopolitik saat ini imbas perang di Timur Tengah. Hal ini memicu kenaikan harga minyak mentah sehingga bisa menjadi ancaman. Kendaraan listrik bisa menjadi alternatif lantaran tidak memerlukan bahan bakar minyak. 

General Manager NUV, Handy Lie, menjelaskan bahwa perubahan situasi dunia saat ini secara tidak langsung mengubah persepsi publik terhadap pentingnya efisiensi transportasi. 

“Dalam kondisi geopolitik yang tidak menentu, masyarakat memerlukan solusi mobilitas yang lebih mandiri. Kendaraan listrik hadir sebagai opsi untuk menjaga aktivitas tetap berjalan tanpa harus bergantung sepenuhnya pada fluktuasi harga atau ketersediaan bahan bakar fosil,” ungkap Handy Lie, Kamis (9/4/2026). 

Diketahui, perkembangan kendaraan listrik di Indonesia terus menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir.  

Semakin banyak masyarakat yang mulai mempertimbangkan penggunaan kendaraan listrik sebagai alternatif karena dinilai lebih hemat, lebih ramah lingkungan, dan lebih sesuai dengan kebutuhan mobilitas harian di kawasan perkotaan. 

Melihat pasar kendaraan listrik di Indonesia yang menjanjikan, kini pemainnya pun semakin ramai. NUV ikut meramaikan pasar sepeda listrik, sejak berdiri pada 2025 di bawah PT Pangeran Maju Bahagia.

Handy Lie mengatakan, kehadiran pihaknya untuk mendukung perubahan gaya hidup masyarakat menuju mobilitas yang lebih efisien dan berkelanjutan.

“NUV hadir bukan hanya sebagai brand sepeda listrik, tetapi juga sebagai solusi mobilitas untuk masyarakat Indonesia," ucapnya.

"Kami melihat semakin banyak orang yang membutuhkan kendaraan yang hemat biaya operasional, nyaman digunakan, dan tetap memiliki desain yang menarik," lanjutnya. 

Karena itu, pihaknya ingin menghadirkan sepeda listrik yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari aktivitas harian, perjalanan ke kantor, hingga kebutuhan usaha.

 

NUV menargetkan kalangan pekerja, pelajar, hingga keluarga muda yang membutuhkan kendaraan praktis untuk aktivitas sehari-hari. Dengan semakin padatnya lalu lintas di berbagai kota besar, sepeda listrik dinilai menjadi pilihan yang relevan karena lebih fleksibel digunakan dan memiliki biaya operasional yang lebih rendah dibandingkan kendaraan konvensional.

Handy Lie menambahkan pihaknya ingin membangun kepercayaan masyarakat terhadap kendaraan listrik.

“Kami percaya masa depan mobilitas ada pada kendaraan listrik. Karena itu, NUV ingin menjadi bagian dari perubahan tersebut dengan menghadirkan produk yang mudah dijangkau, berkualitas, dan dapat dipercaya. Kami optimistis kendaraan listrik akan semakin diterima oleh masyarakat Indonesia dalam beberapa tahun ke depan,” tutur Handy Lie.

(Erha Aprili Ramadhoni)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement