Selain patokan jarak, ada sejumlah tanda yang bisa menjadi indikator jika oli perlu segera diganti. Tanda tersebut sebagai berikut:
Seiring pemakaian, lapisan oli di antara komponen logam menjadi lebih tipis. Gesekan pun meningkat, membuat suara mesin terdengar lebih keras atau kasar.
Oli yang sudah lama digunakan tidak lagi mengalir sebaik saat baru diganti. Akibatnya, pergerakan komponen internal seperti piston dan katup menjadi kurang mulus. Respons gas terasa lebih lambat, suhu mesin cepat naik, dan tenaga kendaraan pun berkurang, terutama saat menghadapi kemacetan atau jalan menanjak.
Mesin panas diakibatkan gesekan antar komponen dari mesin yang berlebih. Ini menjadi tanda kinerja oli di dalam kendaraan mengalami penurunan performa.
Ketika pelumas sudah melewati masa pakai idealnya, mesin perlu bekerja lebih keras untuk menghasilkan tenaga yang sama. Proses pembakaran menjadi kurang efisien, sehingga bahan bakar yang terpakai lebih banyak dibanding kondisi normal.
Pengendara disarankan mencatat tanggal dan jarak tempuh setiap kali mengganti oli, agar lebih mudah memantau masa pakai oli.
(Erha Aprili Ramadhoni)