Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

6 Tips Mengendarai Mobil Matic saat Terobos Banjir

Erha Aprili Ramadhoni , Jurnalis-Jum'at, 23 Januari 2026 |10:34 WIB
6 Tips Mengendarai Mobil Matic saat Terobos Banjir
6 Tips Mengendarai Mobil Matic saat Terobos Banjir (Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Hujan mengguyur wilayah Jakarta dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir. Bahkan, sejumlah jalan terendam banjir

Pada kondisi ini, kadang memaksa pengemudi untuk menerobos banjir. Saat menerobos banjir, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. 

Berikut tips mengendarai mobil matic saat banjir, sebagaimana melansir laman Daihatsu, Jumat (23/1/2026): 

1. Hindari Saluran Masuknya Udara Terendam Air 

Ketika banjir, pengendara mobil matic disarankan menghindari masuknya air ke dalam saluran masuknya udara atau air inlet. Jika saluran udara kemasukan air, akan berdampak terjadinya water hammer yakni air masuk ke dalam ruang pembakaran. 

Kondisi tersebut dapat mempengaruhi kinerja mesin mobil hingga menyebabkan kerusakan pada mesin mobil akibat air yang masuk ketika suhu tengah tinggi. 

2. Perhatikan Ground Clearance 

Pahami ground clearance mobil juga dapat membuat mobil tidak kemasukan air. Dengan ground clearance yang cukup tinggi dapat membuat mobil lebih aman ketika hendak melalui genangan air dengan risiko masuknya air ke dalam mesin lebih kecil. 

Pasalnya, jika air masuk ke dalam mesin akan menyebabkan masalah kelistrikan pada mobil sehingga terjadinya kerusakan. 

3. Gunakan ‘Gigi’ Paling Rendah 

Kecepatan pada mobil akan tetap stabil dan putaran mesin akan lebih bertahan lama jika penggunaan “gigi’ nya menggunakan ‘gigi’ yang paling rendah. Tak hanya itu, penggunaan ‘gigi’ terendah ini juga mempengaruhi pembuangan gas buang yang dapat dikeluarkan melalui bagian knalpot sehingga air dapat bertahan dan mencegah air untuk masuk ke bagian ruang mesin melalui jalur pembuangan. 

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement