JAKARTA - Saklar memiliki peran krusial pada sistem kelistrikan di sepeda motor. Sejumlah fitur, seperti lampu sein, klakson, sampai dengan tombol starter dapat dioperasikan pengendara jika sakral prima.
Saklar yang bekerja dengan bai, dapat memberikan keamanan pengendara dan juga sesama pengguna jalan. Namun, ketika saklar mengalami gangguan atau tidak berfungsi, potensi risiko di jalan dapat meningkat, terutama saat pengendara membutuhkan respons cepat dalam kondisi tertentu. Hal ini seperti saat bermanuver atau menghindari situasi darurat.
Intensitas penggunaan yang tinggi serta posisi yang berada di area terbuka dapat membuat saklar motor menjadi salah satu komponen yang rentan alami gangguan. Kerusakannya tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan bertahap dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kebiasaan penggunaan, kondisi lingkungan, hingga kurangnya perawatan.
“Saklar motor memiliki peran penting dalam menunjang keselamatan berkendara. Gangguan kecil pada saklar dapat berdampak besar di jalan. Karena itu, kami mengimbau konsumen untuk rutin melakukan pemeriksaan di bengkel resmi AHASS agar kondisi saklar dan sistem kelistrikan tetap terjaga sesuai standar,” ujar Technical Analyst PT Wahana Makmur Sejati, Wahyu Budhi, Kamis (22/1/2026).
Berikut sejumlah penyebab umum yang dapat membuat saklar motor mati atau tidak berfungsi dengan optimal, sebagaimana dibagikan Wahana Makmur Sejati (WMS) selaku Main Dealer sepeda motor Honda wilayah Jakarta - Tangerang:
Debu jalanan, pasir halus, serta sisa air hujan dapat masuk ke celah saklar dan menempel pada bagian kontak listrik di dalamnya. Pada tahap awal, kondisi ini ditandai tombol yang terasa lebih keras atau kurang responsif saat ditekan. Apabila dibiarkan dalam jangka waktu lama, dapat menghambat aliran listrik dan menyebabkan saklar tidak berfungsi secara maksimal.
Penggunaan sepeda motor secara rutin dalam jangka panjang dapat menyebabkan komponen di dalam saklar, seperti pegas, plat kontak, maupun bagian plastik kecil, mengalami penurunan kualitas.