Selain itu, ada faktor nonteknis yang memengaruhi stabilitas mobil. Berikut penjabarannya :
1. Mengemudi Agresif
Gaya mengemudi agresif, seperti akselerasi mendadak atau pengereman yang tiba-tiba, dapat berdampak negatif pada stabilitas mobil. Saat pengemudi melakukan manuver-manuver yang ekstrem seperti ini, pusat gravitasi mobil berubah secara drastis, yang mengakibatkan pergeseran beban yang dapat membuat mobil menjadi tidak stabil. Terutama saat melewati tikungan atau dalam kecepatan tinggi, mobil akan lebih rentan terhadap kehilangan kendali.
2. Muatan Berlebihan
Pemuatan berlebihan atau distribusi beban yang tidak seimbang di dalam mobil juga dapat menjadi faktor yang memengaruhi stabilitasnya. Saat beban di dalam mobil tidak didistribusikan secara merata, keseimbangan mobil dapat terganggu. Hal ini dapat menyebabkan mobil cenderung miring ke satu sisi saat melintasi tikungan atau bahkan mengalami gejala oversteer atau understeer, yang sulit untuk dikendalikan.
3. Kondisi Jalan Buruk
Kondisi jalan yang buruk, seperti lubang besar, permukaan jalan yang tidak rata, atau bahkan genangan air, juga dapat memengaruhi stabilitas mobil. Ketika mobil melintasi area jalan yang tidak rata atau berlubang, suspensi mobil akan mengalami tekanan yang tidak merata, hingga mengakibatkan goncangan yang dapat mengganggu stabilitasnya.
(Erha Aprili Ramadhoni)