JAKARTA - Perusahaan otomotif asal China, BYD, telah memperkenalkan tiga mobil listrik mereka di Indonesia, yaitu Dolphin, Atto 3, dan Seal. Ketika model tersebut didatangkan langsung dari China alias berstatus CBU (Completely Built Up).
Sekadar informasi, BYD sebenarnya sedang membangun pabrik yang lokasinya lebih dekat dengan Indonesia, yaitu berada di Thailand. Namun, BYD Indonesia memilih mendatangkan ketiga model tersebut dari China.
Pabrik BYD di Thailand rencananya beroperasi tahun ini. Kabarnya, pabrik itu memiliki kapasitas produksi sebesar 150 ribu unit per tahun. Sehingga tak jadi masalah besar apabila harus mengekspor ke Indonesia.
Head of Marketing PT BYD Motor Indonesia, Luther T Pandjaitan, memastikan pihaknya masih akan mengimpor kendaraann dari China. Diakuinya, BYD Indonesia belum minat mendatangkan produk dari Thailand.
“Saat ini kita masih lihat China ya karena di Thailand kita gak tahu domestic market bisa nyerap langsung atau tidak. Karena di sana juga ada komitmen terhadap produksi, ya sama aja kayak di sini belum tentu dia bisa supply ke negara tetangga,” ujar Luther kepada wartawan belum lama ini.
Sekadar informasi, beberapa perusahaan otomotif memilih mengimpor produk yang akan mereka pasarkan dari Thailand. Namun, dikatakan Luther, sebagian besar dari mereka belum memiliki komitmen manufaktur.
“Iya (banyak yang impor dari Thailand), tapi yang impor dari Thailand ke sini itu kebanyakan belum komitmen manufaktur. Jadi ada batasan. Mudah-mudahan (bisa bangun pabrik di Indonesia sebelum 2026),” ucapnya.