Soket lampu yang sudah rusak, misalnya jika goyang, dapat menghambat aliran listrik yang benar melalui kabelnya. Akibatnya, lampu akan sering mati ketika terpapar getaran. Selama Anda tidak mengganti soket lampu, masalah sering mati lampu tidak akan bisa diatasi.
5. Lampu motor terkena air
Pada sepeda motor yang telah berumur bagian karet di rumah lampu bisa kehilangan elastisitasnya atau menjadi keras dan mudah pecah.
Kelemahan dalam karet rumah lampu ini memudahkan air untuk merembes ke dalamnya. Lebih parah lagi, jika air berhasil masuk ke dalam reflektor, dampaknya adalah lampu motor dapat dengan mudah putus.
6. Korsleting pada kabel
Kabel yang digunakan dalam sistem kelistrikan sepeda motor memang cukup kompleks dan seringkali menjadi penyebab seringnya lampu motor mengalami kerusakan. Ini dikarenakan adanya masalah konsleting pada kabel yang dapat mengakibatkan kerusakan lampu yang memerlukan penggantian yang sering.
Selain itu, ada kemungkinan bahwa sebagian kabel lampu bisa mengalami kerusakan atau putus sehingga memerlukan perbaikan. Untuk mengatasi masalah ini, Anda harus melakukan pengecekan dan menemukan bagian kabel yang mengalami kerusakan, kemudian menggantinya.
7. Karat pada bagian saklar
Dalam sistem pencahayaan sepeda motor, saklar memiliki peran penting dalam mengalirkan daya dari aki ke lampu ketika tombolnya ditekan. Kinerja saklar ini memiliki pengaruh besar terhadap kemampuan lampu untuk menyala dengan baik.
Namun, seringkali terjadi masalah pada saklar, seperti munculnya karat atau tersumbat kotoran karena jarang dibersihkan. Ketika saklar terkontaminasi oleh kotoran, hal ini dapat mengakibatkan ketidakstabilan dalam aliran listrik dan membuat lampu menjadi lebih rentan untuk terputus.
8. Rusaknya spul
Komponen spul pencahayaan pada sistem lampu motor memiliki fungsi untuk meningkatkan arus listrik yang dihasilkan. Spul ini terdiri dari gulungan kawat dan jika salah satu gulungan mengalami kerusakan, maka arus listrik yang mengalir ke kiprok akan menjadi rendah.
Dampaknya, lampu motor tidak akan menerima daya yang cukup dan dengan cepat akan mengalami gangguan atau mati. Untuk mengatasi masalah ini, langkahnya cukup mudah, yaitu dengan menggulung ulang kawat tembaga pada spul tersebut. Jika Anda ingin lebih praktis, opsi lain adalah menggantinya dengan spul yang baru.
Viranika Tria Anggraini
(Imantoko Kurniadi)