Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Vespa Elettrica Tidak Punya Standar Samping, Kenapa?

Muhamad Fadli Ramadan , Jurnalis-Jum'at, 25 Agustus 2023 |10:28 WIB
Vespa Elettrica Tidak Punya Standar Samping, Kenapa?
Vespa Elettrica. (Foto: Muhamad Fadli Ramadan/Okezone)
A
A
A

JAKARTA – Motor Listrik Vespa Elettrica resmi dijual dengan harga Rp198 juta one the road (OTR) Jakarta.

Tapi dengan harga yang melampaui mobil LCGC itu, skuter matik ini tak dilengkapi dengn standar samping.

“Alasan khususnya pertama karena ini build up, di Italia juga tidak ada. Mungkin mereka pikirkan juga faktor safety-nya karena motor ini terlalu senyap, tidak tahu mesinnya nyala atau tidak, takutnya saat distandar samping (tiba-tiba digas) motor bisa lari,” kata Ayu Hapsari PR and Communications Manager PT Piaggio Indonesia, saat ditemui di Jakarta Selatan, belum lama ini.

Hilangnya standar samping pada Vespa Elettrica mengingatkan kita pada Vespa klasik yang juga tidak dilengkapi dengan komponen tersebut.

Tetapi bagi pengendara di era modern, perangkat satu ini sangat dibutuhkan, terutama bagi wanita karena butuh teknik khusus.

Kendati demikian, Vespa listrik memiliki bobot yang lebih ringan dibandingkan dengan Primavera. Skutik listrik ini memiliki berat 130 kg lengkap dengan baterai, sedangkan bobot kotor Primavera 147 kg.

Skuter listrik ini dibekali oleh baterai lithium-ion jenis LiFePo4 berkapasitas 4,2 kWh dengan jarak tempuh maksimal 100 kilometer. Butuh waktu 4 jam untuk mengisi daya baterai sampai penuh dengan tekanan 220 V.

Baterainya memberikan efisiensi yang sangat baik, yaitu hingga 1.000 siklus pengisian penuh. Bahkan, baterai masih mempertahankan 80 persen kapasitasnya dan tetap dapat digunakan dengan sempurna.

Vespa Elettrica menggunakan motor listrik sebesar 2 kW yang dapat menghasilkan tenaga 4 kW (5,4 hp) dan torsi puncak 200 Nm. Skuter ini juga terbagi dalam dua pilihan, yakni Standard dan RED.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement