Hasil pemindaian wajah, akan dibandingkan dengan foto-foto yang ada si database. Jika kemudian sistem tidak dapat memverifikasi identitas para kriminal tersebut, maka pemeriksaan manual secara langsung akan diterapkan.
Inggris juga dikabarkan telah mengumpulkan data-data para migran kriminal untuk nanti kemudian disimpan di database. Data tersebut mencakup identitas seperti kebangsaan dan tanggal lahir.
Semuanya data disimpan hingga enam tahun di bawah Kementerian Kehakiman. Jika tidak ada hambatan, program ini akan mulai dilakukan setelah musim gugur tahun 2022.
(Kemas Irawan Nurrachman)