JAKARTA - Pemerintah Inggris dikabarkan menggelontorkan dana sebesar USD7,2 juta atau sekira Rp100 miliar dalam proyek pembuatan smartwatch atau jam tangan pintar. Dana tersebut diberikan kepada perusahaan bernama Buddi Limited untuk pelaksanaannya.
Smartwatch yang dikembangkan ini bukan sembarang. Perangkat ini digunakan untuk melacak dan memindai wajah para pelaku kejahatan yang berasal dari luar Inggris atau migran.
Pemerintah Inggris berharap dengan pemantauan lewat smartwatch ini tidak perlu lagi terlalu sering melakukan pemeriksaan manual.

BACA JUGA:Sempat Bocor, Meta Gagal Kembangkan Smartwatch dan Batalkan Peluncurannya
BACA JUGA:5 Manfaat Menggunakan Smartwatch yang Jadi Tren Kekinian
"Ini akan memberikan cara yang lebih proporsional untuk memantau kelompok tertentu. Perangkat ini akan menggunakan verifikasi biometrik berkala sebagai alternatif untuk dipasang pada individu," kata juru bicara pemerintah Inggris.
Seperti dikutip dari Engadget, Senin (8/8/2022), Para migran kriminal nantinya diwajibkan memindai wajah mereka untuk absen. Sekaligus dapat mengetahui lokasi keberadaan para migran tersebut.