2. Menggunakan Oli yang Kualitasnya Rendah
Seperti pemilihan bensin, banyak pengemudi motor asal-asalan memiliki pelumas atau oli. Hanya untuk berhemat akhirnya mereka justru memberikan oli kualitas rendah ke motor mereka.
Pasalnya pelumas dengan kualitas rendah justru akan membuat kinerja piston semakin berat. Bahkan tingkat friksi yang ada semakin tinggi sehingga membuat piston mudah rusak.
3. Tabrakan antara Piston dan Klep
Tabrakan antara piston dan klep juga jadi faktor penyebab piston motor cepat rusak. Banyak orang yang mengatakan bahwa tabrakan ini terjadi akibat piston yang digunakan tidak sesuai dengan spesifikasi aslinya.
Misalnya saja piston yang digunakan berbeda dari ukuran yang seharusnya. Maka dari itu sebaiknya jangan sembarangan dalam mengganti piston ini agar bisa menghindari kerusakan pada piston tersebut.
(Kurniawati Hasjanah)