Kemudian, mampu mencuri data pengguna seperti riwayat SMS, daftar kontak, hingga informasi mengenai perangkat korban.
Menurut Golovin, aplikasi yang membawa malware Joker biasanya berwujud aplikasi messaging, kesehatan, dan pemindai PDF. Jika diinstal, aplikasi bakal meminta izin untuk mengakses SMS dan notifikasi, lalu memanfaatkannya untuk mendaftarkan korban ke layanan SMS premium.
Malere Joker ini, sambung Golovin, selalu dibekali trik baru untuk mengelabui deteksi keamanan Google. Salah satunya dengan mengaktifkan kode berbahaya setelah aplikasi berhasil masuk ke Play Store.
(Ahmad Muhajir)