MOBIL bertransmisi matik (automatic) memang lebih mudah dikendarai lantaran pengemudi tak perlu sering memindah gigi seperti mengendarai mobil manual. Tapi, bagaimana merawatnya biar kendaraan bisa tetap melaju dengan prima?
Praktisi sekaligus pemilik bengkel khusus transmisi matik, Samudra Automatic, Pirman (32) berbagai tips tentang bagaimana merawat transmisi matik mobil.
Baca juga: Praktis Banget, Ini 7 Cara Mudah Mengendarai Mobil Matik Buat Pemula
"Untuk pengguna transmisi matic selalu harus mengetahui bagaimana cara merawat mobil kesayangannya," kata Pirman di bengkelnya di Jalan Paradise, Mustikasari, Mustika Jaya, Bekasi Timur, Jumat kemarin.
Pirman melanjutkan bahwa cara berkendara juga merupakan salah satu cara merawat mobil matik, seperti selalu mengembalikan tuas ke posisi D ke N atau P pada saat berhenti dalam waktu lama seperti di "lampu merah" (persimpangan dengan lampu lalu lintas).
Kemudian selalu memposisikan tuas di posisi gigi 1 atau 2 pada saat kondisi macet atau stop and go di jalan menanjak atau menurun seperti di kawasan Puncak, Bogor.
Baca juga: 5 Cara Merawat Mobil Setelah Dipakai Pergi Liburan Tahun Baru 2022
Selain dari cara berkendara, pengguna atau pemilik kendaraan matik juga perlu secara rutin melakukan penggantian oli. Dan, Pirman menyarankan pergantian oli setelah menempuh perjalanan 20.000 km agar kondisi transmisi tetap bersih.
Lalu, bagaimana tanda-tandanya jika transmisi matik mobil Anda ada masalah?
"Ini yang kadang banyak disepelekan, tanda-tandanya biasanya mulai delay (ada delay akselerasi sebelum perpidahan gigi). Kalau sudah terasa ada delay baiknya diperbaiki," kata pria kelahiran Ciamis, Jawa Barat ini.